Daftar Isi
Surat Al-A’raf Ayat 4 dan Artinya
وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ (٤)
Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.(QS. Al-A’raf: 4)
| < Al-A’raf ayat 3 | Al-A’raf ayat 5 > |
Surat Al-A’raf Ayat 4 Arti per Kata
| dan betapa banyak | وَكَمْ |
| dari | مِنْ |
| negeri | قَرْيَةٍ |
| Kami telah membinasakannya | أَهْلَكْنَاهَا |
| maka datang ke negeri itu | فَجَاءَهَا |
| siksaan Kami | بَأْسُنَا |
| pada malam hari (saat mereka tidur) | بَيَاتًا |
| atau | أَوْ |
| mereka | هُمْ |
| tidur/istirahat siang | قَائِلُونَ |
Baca juga: Surat Maryam Ayat 30-35
Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 4
Berikut ini tafsir Surat Al-A’raf ayat 4 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni serta Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti.Lalu, Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Terakhir, Tafsir Ibnu Katsir.
Tafsir Al-Muyassar
Betapa banyak negeri yang telah kami binasakan akibat penduduknya berpaling dari iman. Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri maka kami turunkan azab di waktu malam, sementara penduduknya sedang lelap tertidur atau sedang istirahat di siang hari dalam keadaan lalai. Azab pun menimpa mereka secara tiba-tiba tanpa adanya persiapan kesempatan bertobat ataupun perkiraan.
Tafsir Jalalain
Betapa banyaknya kalimat berita dan menjadi maf`ul (negeri) yang dimaksud adalah penduduknya yang telah Kami binasakan. Kami bermaksud untuk membinasakannya maka datanglah kekuatan Kami yakni siksaan Kami tengah malam yaitu pada malam hari atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari artinya sedang tidur-tiduran di siang hari. Yang dimaksud dengan al-qailulah, artinya beristirahat di tengah hari sekalipun tidak tidur. Yakni siksaan itu terkadang datang di waktu tengah malam dan terkadang di siang hari.
Tafsir Al-Wajiz
Dan betapa banyak negeri dan penghuninya yang mendustakan kebenaran itu Kami kehendaki kehancurannya. Lalu azab kami menimpa mereka di malam hari, sedangkan mereka dalam keadaan tidur atau beristirahat di waktu qailulah yaitu waktu tidur di separuh siang
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Ta‘ala berfirman:
وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا
“Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan…” (QS. Al-A’raf: 4)
yaitu karena mereka menyelisihi para rasul Kami dan mendustakan mereka. Akibatnya, mereka mendapatkan kehinaan di dunia yang terus berlanjut dengan kerendahan di akhirat. Sebagaimana Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
“Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Nabi Muhammad) benar-benar telah diperolok-olokkan, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemooh mereka (rasul-rasul) apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.” (QS. Al-An’am: 10)
Allah Ta‘ala juga berfirman:
فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍ
“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena penduduknya berlaku zalim. Maka negeri-negeri itu pun roboh di atas bangunan-bangunannya; dan betapa banyak sumur yang ditinggalkan serta istana-istana yang tinggi dan kokoh.” (QS. Al-Hajj: 45)
Allah Ta‘ala juga berfirman:
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلا قَلِيلا وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ
“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena penduduknya mengingkari nikmat kehidupan mereka. Itulah tempat-tempat tinggal mereka; tidak didiami lagi setelah mereka kecuali sebentar. Dan Kamilah yang menjadi pewarisnya.” (QS. Al-Qashash: 58)
Firman-Nya:
فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ
“…maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.” (QS. Al-A’raf: 4)
Maksudnya, di antara mereka ada yang didatangi perintah Allah, azab-Nya, dan hukuman-Nya “pada malam hari”, yaitu pada waktu malam, “atau ketika mereka sedang beristirahat di tengah hari,” yaitu ketika sedang qailulah, yakni beristirahat pada pertengahan siang.
Kedua waktu tersebut merupakan waktu ketika manusia berada dalam kelalaian dan kesenangan. Sebagaimana Allah Ta‘ala berfirman:
أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُون * أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ
“Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan azab Kami pada malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan azab Kami pada waktu dhuha ketika mereka sedang bermain-main?” (QS. Al-A‘raf: 97–98)
Allah juga berfirman:
أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الأرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لا يَشْعُرُونَ * أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِين * أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَى تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Apakah orang-orang yang membuat makar dengan kejahatan merasa aman bahwa Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi, atau mendatangkan azab kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari? Atau Dia mengazab mereka ketika mereka sedang bepergian dan beraktivitas, sehingga mereka tidak akan mampu melemahkan-Nya? Atau Dia mengazab mereka dalam keadaan mereka diliputi ketakutan? Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 45–47)
| < Sebelumnya | Surat | Berikutnya > |
| Al-A’raf ayat 3 | Al-A’raf | Al-A’raf ayat 5 |
