Beranda Quran 007 Al-A'raf Surat Al-A’raf Ayat 5: Arti per Kata dan Tafsir

Surat Al-A’raf Ayat 5: Arti per Kata dan Tafsir

0
surat al-a'raf ayat 5

Surat Al-A’raf Ayat 5 dan Artinya

فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (٥)

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-A’raf: 5)

< Al-A’raf ayat 4Al-A’raf ayat 6 >

Surat Al-A’raf Ayat 5 Arti per Kata

maka tidakفَمَا
adalahكَانَ
seruan, perkataan merekaدَعْوَاهُمْ
ketikaإِذْ
datang kepada merekaجَاءَهُمْ
siksaan Kamiبَأْسُنَا
kecualiإِلَّا
bahwaأَنْ
mereka berkataقَالُوا
sesungguhnya kamiإِنَّا
kami adalahكُنَّا
orang-orang yang zalimظَالِمِينَ

Baca juga: Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 5

Berikut ini tafsir Surat Al-A’raf ayat 5 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni sertaTafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti. Lalu, Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Terakhir, Tafsir Ibnu katsir.

Tafsir Al-Muyassar

Begitu azab terjadi, mereka tidak mempunyai jalan keluar lagi selain memohon pertolongan dengan sangat seraya berkata, “Kami mengakui bahwa kami telah menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendustakan rasul-rasul-Nya. Inilah balasan untuk kami.”

Demi Allah, ini menambah kerugian dan penyesalan di saat tidak ada sesuatupun yang berguna selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tafsir Jalalain

Maka tidak adalah keluhan mereka yaitu perkataan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami kecuali mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

Tafsir Al-Wajiz

Doa dan permohonan mereka saat datangnya azab Kami itu tidak lain hanyalah pengakuan atas kezaliman terhadap diri sendiri dengan berbuat syirik kepada Allah dan mendustakan para rasul-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Ta’ala:

فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-A’raf: 5)

Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka, tidak ada lagi yang dapat mereka katakan selain mengakui dosa-dosa mereka dan mengakui bahwa mereka memang pantas menerima azab tersebut.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آَخَرِينَ (۱۱) فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَرْكُضُونَ (۱٢) لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ (۱٣) قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (۱٤) فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ (۱٥)

“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena penduduknya berlaku zalim. Kemudian setelah itu Kami menciptakan kaum yang lain. Ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka berlari meninggalkan negeri itu. (Dikatakan kepada mereka), ‘Janganlah kalian berlari! Kembalilah kepada kemewahan yang dahulu kalian nikmati dan kepada tempat-tempat tinggal kalian, agar kalian dapat ditanyai.’ Mereka berkata, ‘Alangkah celakanya kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.’ Demikianlah ucapan mereka terus-menerus hingga Kami menjadikan mereka seperti tanaman yang telah dituai, dalam keadaan padam dan tidak bergerak.” (QS. Al-Anbiya’: 11–15).

Ibnu Jarir berkata: “Ayat ini mengandung petunjuk yang jelas tentang benarnya riwayat yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu sabda beliau:

مَا هَلَكَ قَوْمٌ حَتَّى يُعْذِرُوا مِنْ أَنْفُسِهِمْ

“Tidaklah suatu kaum dibinasakan hingga mereka sendiri mengakui kesalahan mereka.”

Ibnu Jarir berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Abu Sinan, dari Abdul Malik bin Maisarah az-Zarrad, ia berkata: Abdullah bin Mas‘ud  radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا هَلَكَ قَوْمٌ حَتَّى يُعْذِرُوا مِنْ أَنْفُسِهِمْ

“Tidaklah suatu kaum dibinasakan hingga mereka sendiri mengakui kesalahan mereka.”

Abdul Malik berkata: Aku bertanya kepadanya, “Bagaimana maksudnya?”

Maka ia membacakan ayat:

فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-A’raf: 5)

Intinya: ketika hukuman Allah benar-benar datang, orang-orang yang sebelumnya mendustakan dan berbuat zalim akhirnya tidak memiliki alasan lagi. Mereka sendiri mengakui bahwa mereka telah berbuat zalim dan bahwa azab tersebut memang layak mereka terima.

< SebelumnyaSuratBerikutnya >
Al-A’raf ayat 4Al-A’rafAl-A’raf ayat 6

SILAKAN BERI TANGGAPAN

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini