Beranda Quran 006 Al-An'am Surat Al-An’am Ayat 9: Arti per Kata dan Tafsir

Surat Al-An’am Ayat 9: Arti per Kata dan Tafsir

0
surat al-an'am ayat 9

Surat Al-An’am Ayat 9 dan Artinya

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَا يَلْبِسُونَ (٩)

Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia seorang laki-laki dan (kalau Kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah Kami akan menjadikan mereka ragu-ragu sebagaimana kini mereka ragu. (QS. Al-An’am: 9)

< Al-An’am ayat 8Al-An’am ayat 10 >

Surat Al-An’am Ayat 9 Arti per Kata

dan sekiranyaوَلَوْ
Kami menjadikannyaجَعَلْنَاهُ
malaikatمَلَكًا
sungguh Kami menjadikan dia ituلَجَعَلْنَاهُ
laki-lakiرَجُلًا
dan pasti Kami serupakanوَلَلَبَسْنَا
atas merekaعَلَيْهِمْ
apa yangمَا
menyerupai merekaيَلْبِسُونَ

Baca juga: Ayat Kursi

Tafsir Surat Al-An’am Ayat 9

Berikut ini tafsir Surat Al-An’am ayat 9 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni serta Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti. Lalu, Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Terakhir, Tafsir Ibnu Katsir.

Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya Kami mengutus rasul seorang malaikat, Kami akan mengutusnya dalam rupa seorang laki-laki dari jenis manusia. Sebab, manusia tidak mampu menyaksikan malaikat dalam bentuk aslinya karena kelemahan penglihatan mereka untuk itu.

Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Jibril ‘alaihis salam dalam bentuk aslinya, beliau langsung jatuh pingsan.

Nah, jika malaikat datang wujud seorang laki-laki, niscaya duduk perkaranya menjadi rancu bagi mereka. Apakah dia itu memang seorang malaikat, dalam wujud laki-laki, ataukah hanya seorang laki-laki biasa dari jenis manusia?

Tafsir Jalalain

Dan kalau Kami jadikan rasul itu yang diutus untuk mereka seorang malaikat, tentulah Kami jadikan dia artinya malaikat itu berupa seorang laki-laki artinya berbentuk seorang laki-laki supaya mereka bisa melihatnya, sebab manusia itu tidak akan kuat untuk melihat malaikat.

dan seandainya Kami menurunkannya lalu menjadikannya sebagai seorang laki-laki niscaya akan Kami serupakan Kami miripkan atas mereka apa yang membuat mereka ragu terhadap diri mereka, sebab mereka pasti mengatakan bahwa malaikat ini tidak lain kecuali seorang manusia seperti kamu.

Tafsir Al-Wajiz

Dan jika Kami jadikan rasul itu seorang malaikat sebagaimana yang mereka minta, sungguh Kami akan menjadikannya sorang laki-laki supaya mereka bisa melihatnya, karena sesungguhnya mereka tidak mungkin bisa melihat malaikat dalam bentuk aslinya dan mereka akan takut dengannya.

Dan Kami kacaukan mereka ketika malaikat itu berwujud manusia agar dilihat, sebagaimana mereka mengacaukan diri sendiri, lalu mereka akan berkata: “Ini adalah manusia bukan malaikat.”

Tafsir Ibnu Katsir

Dan firman-Nya,

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَا يَلْبِسُونَ

Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia seorang laki-laki dan (kalau Kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah Kami akan menjadikan mereka ragu-ragu sebagaimana kini mereka ragu.

Maksudnya, seandainya Kami menurunkan seorang malaikat bersama rasul yang berasal dari manusia—yakni seandainya Kami mengutus kepada manusia seorang rasul dari kalangan malaikat—niscaya Kami akan menjadikannya dalam rupa seorang laki-laki, agar mereka dapat memahami pembicaraannya dan mengambil manfaat dengan menerima ajaran darinya. Jika demikian, mereka pun akan tetap mengalami kebingungan, sebagaimana mereka membuat diri mereka sendiri bingung dalam menerima risalah yang dibawa oleh manusia.

Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

قُلْ لَوْ كَانَ فِي الْأَرْضِ مَلَائِكَةٌ يَمْشُونَ مُطْمَئِنِّينَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ مَلَكًا رَسُولًا

Katakanlah, “Sekiranya di bumi ada para malaikat yang berjalan (menetap) dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.” (QS. Al-Isra’: 95)

Di antara bentuk rahmat Allah Ta‘ala kepada makhluk-Nya adalah bahwa Dia mengutus kepada setiap jenis makhluk rasul yang berasal dari kalangan mereka sendiri. Dengan demikian, sebagian mereka dapat menyeru sebagian yang lain, dan mereka dapat saling mengambil manfaat dalam berkomunikasi dan bertanya.

Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ

Sungguh, Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang mukmin ketika Dia mengutus di tengah-tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka… (QS. Ali ‘Imran: 164).

Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya, “Dan sekiranya Kami menjadikannya seorang malaikat, niscaya Kami menjadikannya dalam bentuk seorang laki-laki,” hingga akhir ayat. Ia berkata:

“Seandainya seorang malaikat datang kepada mereka, niscaya ia tidak akan datang kepada mereka kecuali dalam rupa seorang laki-laki, karena mereka tidak mampu melihat malaikat yang berasal dari cahaya.”

Adapun firman-Nya, “tentulah Kami akan menjadikan mereka ragu-ragu sebagaimana kini mereka ragu.”  maksudnya: Kami akan mencampuradukkan perkara bagi mereka sebagaimana mereka sendiri mencampuradukkannya.

Al-Walibi meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat tersebut: “Kami akan membuat perkara itu tampak serupa dan membingungkan bagi mereka.”

< SebelumnyaSuratBerikutnya >
Al-An’am ayat 8Al-An’amAl-An’am ayat 10

SILAKAN BERI TANGGAPAN

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini