Beranda Quran 007 Al-A'raf Surat Al-A’raf Ayat 9: Arti per Kata dan Tafsir

Surat Al-A’raf Ayat 9: Arti per Kata dan Tafsir

0
surat al-a'raf ayat 9

Surat Al-A’raf Ayat 9 dan Artinya

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآَيَاتِنَا يَظْلِمُونَ (٩)

Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. Al-A’raf: 9)

< Al-A’raf ayat 8Al-A’raf ayat 10 >

Surat Al-A’raf Ayat 9 Arti per Kata

dan siapaوَمَنْ
ringanخَفَّتْ
timbangannyaمَوَازِينُهُ
maka merekaفَأُولَئِكَ
orang-orang yangالَّذِينَ
mereka telah merugikanخَسِرُوا
diri mereka sendiriأَنْفُسَهُمْ
karena mereka dahuluبِمَا كَانُوا
terhadap ayat-ayat Kamiبِآَيَاتِنَا
mereka berlaku zalim/ingkarيَظْلِمُونَ

Baca juga: Tajwid Surat Al Qasas Ayat 85

Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 9

Berikut ini tafsir Surat Al A’raf ayat 9 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni serta Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti. Lalu Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Terakhir, Tafsir Ibnu Katsir.

Tafsir Al-Muyassar

Sebaliknya, barang siapa timbangan kebaikannya ringan dan kejahatannya lebih berat maka dialah orang yang merugi dalam usahanya, sesat amalnya, dan kembali ke neraka akibat berbuat syirik atau berbuat banyak maksiat.

Tafsir Jalalain

Dan siapa yang ringan timbangannyaoleh sebab amal-amal keburukannya maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri yang membawa dirinya ke neraka disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami mereka tidak mau mempercayainya.

Tafsir Al-Wajiz

Dan barang siapa lebih berat keburukannya daripada kebaikannya, maka mereka itu adalah orang-orang yang merugikan diri sendiri dengan memasukkannya ke dalam neraka dan menyuguhkannya kepada siksaan akibat penolakan mereka terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun apa yang diletakkan di dalam timbangan pada hari Kiamat, maka ada yang mengatakan bahwa yang ditimbang adalah amal-amal, meskipun amal-amal itu merupakan sesuatu yang bersifat ‘aradh (aksiden, bukan benda yang berdiri sendiri). Akan tetapi, Allah Ta’ala akan mengubahnya pada hari Kiamat menjadi bentuk-bentuk jasmani.

Al-Baghawi berkata: Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih bahwa surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran akan datang pada hari Kiamat seolah-olah keduanya adalah dua awan—atau dua naungan—atau dua kelompok burung yang membentangkan sayapnya.

Demikian pula terdapat keterangan dalam hadits sahih mengenai Al-Qur’an, bahwa ia akan datang kepada orang yang selalu bersamanya dalam bentuk seorang pemuda yang pucat wajahnya. Ia berkata:

مَنْ أَنْتَ؟

“Siapakah kamu?”

Al-Qur’an menjawab:

أَنَا الْقُرْآنُ الَّذِي أَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَأَظْمَأْتُ نَهَارَكَ

“Aku adalah Al-Qur’an yang membuatmu tidak tidur pada malam hari dan membuatmu haus pada siang hari.”

Dalam hadits Al-Bara’ tentang pertanyaan di dalam kubur juga disebutkan:

فَيَأْتِي الْمُؤْمِنَ شَابٌّ حَسَنُ اللَّوْنِ طَيِّبُ الرِّيحِ، فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ

“Kemudian datang kepada seorang mukmin seorang pemuda yang tampan, wajahnya baik, dan baunya harum. Ia berkata, ‘Siapakah kamu?’ Dia menjawab, ‘Aku adalah amal salehmu.’”

Dan disebutkan pula kebalikannya dalam keadaan orang kafir dan munafik.

Ada pula yang mengatakan bahwa yang ditimbang adalah catatan amal, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang kartu (al-bithaqah).

Dalam hadits tersebut dikisahkan tentang seorang laki-laki yang didatangkan pada hari Kiamat. Kemudian diletakkan untuknya sembilan puluh sembilan catatan amal pada salah satu sisi timbangan. Setiap catatan panjangnya sejauh mata memandang.

Kemudian didatangkan sebuah kartu yang di dalamnya tertulis: “Lā ilāha illallāh (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).”

Orang itu berkata: “Wahai Rabbku, apakah artinya kartu ini dibandingkan dengan catatan-catatan tersebut?”

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya kamu tidak akan dizalimi.”

Kemudian kartu tersebut diletakkan pada sisi timbangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maka catatan-catatan itu menjadi ringan, sedangkan kartu tersebut menjadi berat.”

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dengan redaksi yang kurang lebih seperti itu, dan beliau menilainya sahih.

Ada pula yang mengatakan bahwa yang ditimbang adalah orang yang melakukan amal tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

يُؤْتَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِالرَّجُلِ السَّمِينِ، فَلَا يَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ

“Pada hari Kiamat akan didatangkan seorang laki-laki yang sangat gemuk, tetapi di sisi Allah beratnya tidak lebih dari sayap seekor nyamuk.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca firman Allah:

فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

“Maka Kami tidak akan memberikan penimbangan apa pun bagi mereka pada hari Kiamat.” (QS. Al-Kahfi: 105)

Dalam kitab Manaqib Abdullah bin Mas‘ud disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَتَعْجَبُونَ مِنْ دِقَّةِ سَاقَيْهِ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَهُمَا فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ أُحُدٍ

“Apakah kalian merasa heran terhadap kecilnya kedua betisnya? Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu lebih berat dalam timbangan daripada Gunung Uhud.”

Ada kemungkinan bahwa berbagai riwayat tersebut dapat dipadukan, sehingga semuanya benar. Pada suatu keadaan, amal-amal yang ditimbang; pada keadaan lain, tempat atau wadah amal itu ditimbang; dan pada keadaan yang lain, pelaku amalnya yang ditimbang.  Wallāhu a‘lam.

< SebelumnyaSuratBerikutnya >
Al-A’raf ayat 8Al-A’rafAl-A’raf ayat 10

SILAKAN BERI TANGGAPAN

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini