Beranda Suplemen Renungan Membaca Quran Tapi Tak Melewati Kerongkongan, Siapa Mereka?

Membaca Quran Tapi Tak Melewati Kerongkongan, Siapa Mereka?

membaca quran
ilustrasi (theguardian.com)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa kelak akan muncul satu golongan orang yang membaca Al Qur’an namun tidak melewati kerongkongan. Apa maknanya dan siapakah mereka?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ فِيهِ حَتَّى يَعُودَ السَّهْمُ إِلَى فُوقِهِ

“Akan keluar manusia dari arah Timur dan membaca Al Qur’an namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat keluar dari agama sebagaimana halnya anak panah yang melesat dari busurnya. Mereka tidak akan kembali kepadanya hingga anak panah kembali ke busurnya” (HR. Bukhari)

Taraaqi merupakan jama’ dari tarquwah yang artinya tulang yang berada di antara leher dan tengkuk yang dalam bahasa Indonesia disebut kerongkongan.

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullan menjelaskan, maksud bacaan Al Qur’an tidak melewati kerongkogan adalah tidak diangkat kepada Allah, tidak ada nilainya di sisi Allah. Jika kerongkongan saja tidak terlewati, maka tentu ia tidak akan sampai ke hati.

Adapun mengenai arah Timur dalam hadits tersebut, Ibnu Hajar memilih bahwa yang dimaksudkan adalah dari Irak karena Irak letaknya di sebelah timur Madinah.

Tak hanya tilawahnya tak melewati kerongkongan, tak hanya tilawahnya tak sampai ke hati, tak hanya tilawahnya tidak berpahala, tak hanya tilawahnya tidak bernilai di sisi Allah, namun orang yang disebutkan dalam hadits tersebut juga keluar dari agama sebagaimana melesatnya anak panah dari busurnya.

Lalu, siapakah orang yang dimaksud dalam hadits tersebut? Secara khusus menurut Ibnu Hajar, orang-orang tersebut adalah orang-orang khawarij dan secara umum adalah orang-orang munafik.

Orang-orang khawarij adalah orang-orang yang mengkafirkan Ustman bin Affan radhiyallu ‘anhu dan meyakini bahwa ia bisa dibunuh dengan haq. Mereka mendukung Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu hingga terjadinya tahkim di Shiffin. Kaum khawarij menolah tahkim dan kemudian mengkafirkan Ali bin Abu Thalib.

Sedangkan orang-orang munafik, pada hakikatnya mereka tidak termasuk orang-orang beriman karena hanya mengucapkan keimanan secara lisan sedangkan hati mereka mendustakan. [Muchlisin/Bersamadakwah]

34 KOMENTAR

        • indonesia banyak baca quran cuma.jago di kerongkongan tpi hukum.Allah ga tegak, malah mencela para pejuang di jalan Allah, ada ulama disuruh meninggalkan hukum thoghut malah dipenjara,.malah thoghutnya dibela murjiah dan neo khawarij bacaannya jgn ditanya hebat semua sama sholatnya jgn tanya. tpi mencela para pejuang Allah nomer 1.

  1. kemungkinan adalah saya, hampir tiab hari baca quran tapi tetap masih busuk hati saya. lagi pula saya tinggal di daerah timur.

    • Jangan memvonis diri sendiri….saya sedih membacanya. Ayo tetap baca al quran dan jgn patah semangat bersihkan hati. Kamu pasti bisa. Allah loves you ☺

    • Astaghfirullohal adziim.. jangan berkata demikian saudaraku. Anda membaca Al Quran itu sudah berpahala dan menyadari punya salah ( maaf..mengaku busuk hati) itu sudah dicatat sebagai orang yg mengaku punya dosa. InsyaAlloh Alloh mengampuninya. Semoga anda mendapatkan barokah dari membaca Al Quran. Amien

    • jangan berputus asa dari rahmat Allah mas Eko, Tuhan Maha Memaafkan. selama kita bertaubat kepadanya sebelum ajal datang. semangat hehehehehe….

      • Membaca Al Quran adalah prosesnya. Tujuanya adalah memahami dan mengamalkan. Bagaimana kita mau memahami sedang kita tidak tau artinya. Maka belajarlah bahasa arab atau bacalah terjemahannya.

  2. Mari kita terus baca Qur’an, karena kalau kita tidak baca Qur’an maka siapa yang akan baca. Tentu sambil terus menjalankana perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Insya kita masuk dalam golongan yang selamat. Amiin

  3. Maksudnya mereka baca alqr’an tapi tidak mengamalkan isi atau kandungan dan makna dari alqur’an tsb.
    Membacanya penting tapi mengamalkan isi alqur’an lebih penting

  4. waduh pada ribet banget cich… jalankan aja apa yg kita yakini…kalo emanx ada golongan seperti itu abaikan aja…perkuat keimanan diri kita masing2 dan selalu istiqomah dalam beribadah

  5. Hanya mengklarifikasi itu hadistnya no brapa? ada di kitab apa? halaman berapa?
    Dizaman sekarang akses pengetahuan sangatlah mudah. Tpi reference, dan jga perlu filterisasi dalam hidup kita dalam setiap ilmu yg diperoleh

    Orang baca quran itu baik dari pada tidak sama sekali membaca !!

  6. manteb.. yg dibahas org2 tidak bisa menjiwai isi alquran, yg lain udah pada bahas Iran, lama2 udah menjurus ke syiah-suni. pembahasan di Bumi omongan udah ke pluto :3

  7. Ane pikir orang indonesia, karena org indonesia banyak yg hafiz quran, tapi semoga aja diamalkan, tidak melawari kerongkongan…
    Jadi deg2an… beban berar bagi para tahfiz, supaya tidak masuk golongan yg disebutkan rasulullah SAW…

  8. Kasihan orang yg kuat ibadahnya dan bagus bacaannya Qurannya bakal di label dgn kejahatan dan di saran supaya di bunuh. Berbahagialah orang orang yg agak bodoh sedikit dan yg banyak nonton dangdutan kerana tidak termasik golongan ini..

    • Islam kan agama yg lengkap. Jadi jelas ada juga cap/labelnya untuk golongan orang yg bodoh yg suka nonton kemaksiatan seperti dangdutan

  9. Tak penting lah dimana yg terdapat umat yg demikian
    Yg terpenting kita dapat memahami ilmu al quran yg sebenarnya, dan mengamalkannya

  10. Saya dapat kutipan dari salah satu web tentang hadist ini, tapi menurut Saya kok bahasanya lebih ngeri ya….
    “Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam bersabda, “Akan muncul di akhir zaman, sekelompok orang yang masih muda belia dan bodoh, Mereka membaca Al-Qur’an, namun imano mereka tidak sampai kepada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari sasarannya. Di mana saja kalian (pemimpin kaum muslimin) bertemu mereka, maka bunuhlah mereka, Karena dalam pembunuhan tersebut ada pahala bagi orang yang membunuhnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)”
    Sengaja mempertegas atau gimana ini, mohon pencerahan nya…
    Wassalam…

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.