Beranda Suplemen Renungan Orang Shalat, Namun Menuju Neraka

Orang Shalat, Namun Menuju Neraka

sumber gambar: kevinjogin.com

Islam adalah agama yang paripurna. Mengatur segala aspek kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia, dari urusan ringan sampai urusan berat, dari masalah pribadi hingga hubungan antar negara. Islam adalah agama yang selamat dan menyelamatkan. Islam adalah satu-satunya agama yang haq dari Allah Ta’ala. Selain Islam, semuanya tertolak.

Islam juga mengatur soal lahir dan batin. Analoginya sederhana. Layaknya orang yang ingin kenyang. Apakah saat makan seseorang cukup berniat untuk makan lalu pura-pura makan tanpa mengupayakan makanan agar masuk ke dalam tubuhnya? Jika demikian, adakah orang tersebut merasakan kenyang?

Begitu pula dengan banyak ibadah-ibadah yang Allah Ta’ala perintahkan dan disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebuah kesatuan antara ritual lahir yang terlihat dan pemaknaan batin dalam hati masing-masing. Harus selaras. Bersamaan. Tidak boleh mengkhianati satu dengan lainnya.

Di sini, ada kalangan sufi yang berlaku bodoh. “Banyak orang yang mengecam ilmu lahir yang merupakan syariat, hukum, halal, dan haram.” Mereka melakukan ini karena merasa memiliki ilmu batin, tentang esensi dari sebuah amal.

“Mereka memberikan label kepada para pelaku syariat sebagai orang-orang yang terhalang oleh tirai gaib dan hanya memahami permukaan ilmu saja,” ungkap mereka pongah.

Maka bagi mereka, takbir, rukuk, i’tidal, sujud, dan seluruh gerakan yang diperintahkan di dalam syariat shalat tidak terlalu penting. Sebab, bagi mereka, yang terpenting adalah aspek batin; apakah mereka mengingat Allah Ta’ala atau tidak di dalam shalatnya.

Pun dengan wudhu, mereka tak menganggap penting aturan membasuh anggota badan, termasuk urutan dan hitungannya. Yang penting, bagi mereka, adalah aspek jiwa agar seseorang merasa sedang membersihkan dosa yang dikerjakan oleh anggota tubuh yang sedang dibasuh.

Kelompok-kelompok inilah yang dikatakan oleh Imam al-Junayd al-Baghdadi dan ahli makrifat lainnya sebagai orang yang mendirikan shalat, namun menuju neraka. Apa yang mereka alami merupakan bentuk tipu muslihat setan terlaknat agar mereka keluar dari Islam secara perlahan, tanpa disadari.

Kami pernah menjadi saksi. Betapa golongan ini benar-benar ada. Mereka mengatakan, “Yang penting ingat Allah Ta’ala. Jadi, tidak shalat lebih baik, asal mengingat Allah Ta’ala, daripada shalat tapi malah melupakan Allah Ta’ala.”

Pun dalam soalan penyikapan dzikir yang sunnah. Mereka lebih memprioritaskannya hingga larut malam, lalu tertinggal dari shalat Subuh. Jangankan berjamaah, mereka benar-benar tidak mendirikannya dengan dalih, “Saya kan tidur sebelum Subuh. Jadi gak dosa. Kesiangan.”

Allahu Rabbii…

Wallahu a’lam. [Pirman/BersamaDakwah]

13 KOMENTAR

  1. Kalau tak paham tasawuf…. jangan membuat pernyataan….. tasawuf tidak seperti ini…. ini hanya akan menimbulkan pepecahan…… masuk,dalami dan pahami…..

  2. Kalo tasawuf shahih kenapa ga dijual bebas ditoko buku umum..tdk seperti kesannya tertutup..(soalnya saya pernah nanya dan mw liat apa itu tasawuf,qadarullah org itu bilang, ga boleh kalo blm sekian tahun nyantren)
    Biar enak dibedah bukunya..dan menurut saya..al qur’an + hadist saja belum tuntas dipelajari,ditadaburi,dan diulang2 saja belum trlaksana..jgn pelajari kitab yg lain dulu..dan rasul saw pun mewasiatkannya cuma 2 itu, & siapa yg cinta rasul dg murni..ya turuti lah apa kata rasul..

  3. Rujukan utama umat adalah qur’an, hadis, dan ijmak (para sahabat dan para ulama salafussholeh). Kalo ada orang atau sekelompok orang dalam memahami sumber hukum tersebut menyimpang, maka ambil pemahaman mayoritas. Dunia tasawuf sesungguhnya sudah dipraktekkan di dalam kehidupan para pendiri Islam, namun dalam perkembangannya ada saja pihak-pihak yang tidak senang sehingga berupaya untuk menghancurkannya. Dewasalah dalam beragama dan potretlah sisi baiknya agar kita selamat.

  4. Klo ga paham tentang hakikat sholat emang kaya gitu,seolah2 sholat tu hanya sebatas kewajiban yg penting di jalani..di alquran sudah jelas sekali mendirikan sholat untuk mengingat Allah,klo sholatnya ga mengingat Allah gmn tuh?? Yg penting ngerjain aja gitu? Allah ga butuh sholat kita tapi kita lah yg butuh,jadi jangan yg penting di kerjakan krna wajib….
    Klo ga paham dg tasawuf jangan ceramah ttg tasawuf….

    • Rasulullah dan para sahabat adalah orang2 yg paling taat dan paling sering mngingat Allah. Bahkan dijamin masuk surga. Tapi mereka ttp sholat.
      Kalau gak mau sholat, cari agama lain sana. Jgn ngaku2 jdi muslim.
      Semoga engkau diberi hidayah.

  5. Sholat kan selalu mengingat allah..masuk waktu sholat teringat allah…bacaan dalam sholat pun mengingat allah…apalagi berwuduk seakan mau bersih gitu…emang situ kalo sholat baca apa ya…baca novel ya…jd yg tau nama lakon aja…

  6. sekarang ini orang sekedar komentar,…ini..itu…begini begitu….orang yg belajar tasawwuf itu pasti amal syari’atnya lbh baik daripada yg tdk belajar tasawwuf..
    kalau ada yang komentar orang yang sdh mencapai haqikat dikatakan tdk perlu sari’at itu salah besar.
    justru merekalah yang bersih hatinya. tegak tauhidnya.
    kalau orang mengaku belajar tasawwuf, mengaku sufi, mereka tdk solat, itu sfi palsu,pendusta.
    saudaraku kalau tdk faham apa itu tasawwuf, apa syariat, apa haqiqat gak usah sok ngerti, malah buat keretakan diantara umat islam, khususnya yg tdk faham ttg tasawwuf.

  7. Sepertinya penjelasannya terlalu singkat jadi membuat pembaca bingung… makanya ada yg koment kurang setuju dgn postingan anda…alangkah eloknya judulnya diralat … perdamaian islam lebih penting

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.