Beranda Ilmu Islam Fiqih Adakah Puasa Khusus Bulan Rajab?

Adakah Puasa Khusus Bulan Rajab?

2
Rajab (islam-detyam.ru)

Di awal Rajab kemarin malam hingga siang tadi, banyak broadcast bertebaran tentang puasa Rajab. “Puasa 1 hari seperti puasa setahun. Puasa 7 hari ditutup pintu-pintu neraka jahanam. Puasa 8 hari dibuka 8 pintu surga. Puasa 10 hari dikabulkan segala permintaannya,” demikian kutipan broadcast itu. Benarkah demikian? Adakah puasa khusus bulan Rajab?

Ternyata, ‘keutamaan’ puasa Rajab yang disebutkan dalam broadcast itu tidak memiliki dasar sama sekali. Tidak ada hadits yang mengatakan demikian, hadits dhaif sekalipun. Bahkan menurut para ulama seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hadits yang menyebutkan puasa Rajab adalah hadits dhaif.

Senada dengan itu, Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah ketika menjelaskan puasa pada bulan-bulan Haram beliau mengatakan: “Mengenai puasa Rajab, tidak ada keutamaan yang menonjol dibanding bulan-bulan lainnya, kecuali bahwa ia termasuk bulan haram. Dan tidak diterima dari sunnah adanya riwayat shahih yang menjelaskan bahwa puasa di bulan Rajab memiliki keistimewaan khusus.”

Sayyid Sabiq juga mengutip penjelasan Ibnu Hajar Al Asqalani yang menegaskan, “Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan puasa pada bulan Rajab, tidak pula puasa pada hari-hari tertentu dari bulan Rajab, atau qiyamullail pada malam-malam tertentu.”

Selain Fikih Sunnah, kitab Fikih terpercaya lainnya juga tidak terdapat pembahasan mengenai puasa Rajab. Seandainya secara khusus ada puasa Rajab yang disunnahkan pastilah ada pembahasannya, sebagaimana puasa sya’ban dan puasa syawal. Bahkan di dalam Fiqih Manhaji Mazhab Imam Syafi’i juga tidak ada puasa Rajab. Pada kitab-kitab fadhilah amal juga tidak ada bab puasa Rajab.

Lalu bagaimana dengan penjelasan Ibnu Abbas dan Qatadah yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya bahwa amal shalih di bulan-bulan haram (termasuk Rajab) pahalanya lebih besar? Maksudnya adalah segala amal shalih yang bersifat umum. Dalam hal puasa, maka maksudnya puasa-puasa yang disunnahkan di setiap bulan, insya Allah pahalanya lebih besar ketika dikerjakan di bulan-bulan haram termasuk Rajab. Misalnya puasa Senin Kamis, puasa Dawud, dan puasa ayyamul bidh. Adapun mengkhususkan puasa di hari tertentu di bulan Rajab, tidak ada dalilnya dan secara otomatis tidak ada keutamaannya.

Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA menjelaskan: “Tidak ada dalil dan tuntunan terkait amalan-amalan khusus pada bulan Rajab kecuali hadits An Nasa’I yang sekedar mengisyaratkan secara implisit bahwa para sahabat dulu banyak puasa di bulan Rajab. Ditambah satu hadits umum riwayat Abu Dawud (inipun diperselisihkan keshahihannya) yang menganjurkan banyak puasa pada bulan-bulan haram yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Sementara itu hikmah puasa Rajab dan Sya’ban adalah sebagai persiapan untuk puasa Ramadhan. Akan tetapi itupun bersifat umum saja, tanpa adanya pengkhususanfadhilah hari-hari tertentu seperti tanggal 1, 2, 3 dan seterusnya. Jadi yang ada hanyalah kesunnahan memperbanyak puasa di bulan Rajab secara umum. Sedangkan terkait pengkhususan fadhilah puasa pada hari-hari tertentu bulan Rajab, adalah tidak berdalil dan tidak berdasar.”

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

2 KOMENTAR

  1. Benar. Seperti tulisan di atas kan juga begitu. Ada keutamaan memperbanyak puasa di bulan-bulan haram (termasuk bulan Rajab). tetapi maksud memperbanyak itu adalah memperbanyak puasa senin kamis atau menjalankan puasa Dawud. Bukan puasa pada hari tertentu yang tidak ada dalilnya

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.