Daftar Isi
Surat Al-Anfal Ayat 3 dan Artinya
الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣)
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. Al-Anfal: 3)
| < Al-Anfal ayat 2 | Al-Anfal ayat 4 > |
Surat Al-Anfal Ayat 3 Arti per Kata
| orang-orang yang | الَّذِينَ |
| mereka mendirikan | يُقِيمُونَ |
| shalat | الصَّلَاةَ |
| dan dari sebagaian apa yang | وَمِمَّا |
| telah Kami rezekikan kepada mereka | رَزَقْنَاهُمْ |
| mereka menginfakkan | يُنْفِقُونَ |
Baca juga: Tajwid Surat Yunus Ayat 40-41
Tafsir Surat Al-Anfal Ayat 3
Berikut ini tafsir Surat Al-Anfal ayat 3 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni serta Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti. Lalu Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili dan Zadul Masir karya Ibnu Jauzi. Terakhir, Tafsir Ibnu Katsir.
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang beriman dengan benar tersebut selalu mendirikan shalat sesempurna mungkin, tepat pada waktunya, khusyu’, dan memperhatikan adabnya.
Mereka juga menunaikan zakat kepada pihak yang berhak menerimanya, menyedekahkan kelebihan rezeki yang Allah Subhanahu wa Ta’Ala berikan kepada mereka.
Dengan demikian, mereka menyucikan jiwa dengan shalat dan menyucikan harta dengan zakat.
Tafsir Jalalain
Yaitu orang-orang yang mendirikan shalatmereka menunaikannya sesuai dengan ketentuan-ketentuannya dan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada mereka Kami anugerahkan kepada mereka mereka menafkahkannya demi taat kepada Allah.
Tafsir Al-Wajiz
Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dengan sempurna pada waktunya dan melengkapi rukunnya. Juga yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dalam ketaatan.
Tafsir Zaadul Masir
الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. Al-Anfal: 3)
Kata {الَّذِينَ} berkedudukan marfū‘, karena menjadi sifat (na‘at) bagi kata sambung (maushūl) yang pertama, atau sebagai badal (pengganti) darinya, atau sebagai bayān (penjelas) baginya. Bisa pula berkedudukan manshūb, sebagai bentuk qaṭ‘ yang menunjukkan pujian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelumnya telah memuji mereka dengan kemuliaan amal-amal hati, yaitu rasa takut kepada Allah (khasy-yah), keikhlasan, dan tawakal. Pada ayat ini, Allah kembali memuji mereka dengan kebaikan amal-amal lahiriah, yaitu shalat dan sedekah.
Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah:
الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. Al-Anfal: 3)
menunjukkan amal perbuatan mereka setelah sebelumnya Allah menyebutkan keyakinan mereka. Amal-amal tersebut mencakup berbagai macam kebaikan, yaitu menegakkan shalat, yang merupakan hak Allah Ta‘ala.
Qatadah berkata, menegakkan salat berarti menjaga waktunya, wudunya, rukuknya, dan sujudnya.
Maqatil bin Hayyan berkata, menegakkan shalat berarti menjaga waktu-waktunya, menyempurnakan bersuci, menyempurnakan rukuk dan sujud, membaca Al-Qur’an di dalamnya, membaca tasyahud, serta bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Inilah yang dimaksud dengan menegakkan shalat.
Adapun menginfakkan sebagian dari rezeki yang Allah berikan kepada mereka, maka hal itu mencakup menunaikan zakat dan seluruh hak manusia, baik yang wajib maupun yang dianjurkan. Semua makhluk adalah tanggungan Allah. Karena itu, orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat kepada makhluk-Nya.
Qatadah berkata mengenai firman Allah {وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ}: “Maka infakkanlah sebagian dari apa yang telah Allah berikan kepada kalian. Sesungguhnya harta-harta ini hanyalah barang titipan dan amanah yang berada di tanganmu, wahai anak Adam. Sebentar lagi engkau akan berpisah darinya.”
| < Sebelumnya | Surat | Berikutnya > |
| Al-Anfal ayat 2 | Al-Anfal | Al-Anfal ayat 4 |
