Bulan Dzulhijjah akan segera tiba. Ia merupakan bulan terakhir dalam kalender hijriah yang memiliki banyak keutamaan istimewa. Seiring keutamaan itu, juga ada amalan khusus pada bulan Dzulhijjah yang pahalanya luar biasa.
Oleh karena itu, Khutbah Jumat edisi 28 Dzulqa’dah 1447 bertepatan 15 Mei 2026 ini mengambil tema Keutamaan Bulan Dzulhijjah.
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah Shalat Jum’at hafidhakumullah,
Hari ini kita berada di penghujung bulan Dzulqa’dah 1447 hijriah. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah 1447 hijriah. Bulan terakhir dalam kalender hijriah.
Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan istimewa dan seiring dengan keutamaan itu juga ada amalan-amalan khusus di dalamnya yang pahalanya luar biasa.
1. Bulan Haram
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan haram. Bulan yang suci dan mulia. Haram berperang pada bulan ini. Kezaliman di dalamnya, dosanya lebih besar. Sebaliknya, amal-amal shalih di dalamnya pahalanya dilipatgandakan.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu).. (QS. At-Taubah: 36)
2. Bulan Haji
Bulan Dzulhijjah menjadi sangat istimewa karena merupakan bulan haji. Bulan pelaksanaan ibadah haji, di mana muslim dari seluruh penjuru dunia bersatu melakukan ritual rukun Islam kelima di Tanah Suci.
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
“…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. At Taubah: 36)
3. Waktu Paling Agung
Yang paling utama dari Bulan Dzulhijjah adalah 10 hari pertamanya. Sebab 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu paling agung dan paling Allah cintai. Amal shalih pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah bahkan lebih Allah cintai daripada jihad fi sabilillah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih Dia cintai untuk beramal di dalamnya sebagaimana 10 hari ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah). Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih Allah cintai melebihi amal shalih pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
4. Di Dalamnya Ada Hari Arafah
Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari Arafah. Pada hari arafah, jama’ah haji diwajibkan melakukan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. Sedangkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji disunnahkan melakukan puasa arafah.
صَوْمُ عَرَفَةَ بِصَوْمِ سَنَتَيْنِ وَصَوْمُ عَاشُورَاءَ بِصَوْمِ سَنَةٍ
“Puasa Arafah (menghapus dosa) selama dua tahun, dan puasa Asyura (menghapus dosa) selama satu tahun.” (HR. Ahmad)
5. Berkumpulnya Induk-induk Ibadah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi waktu paling agung dan paling Allah cintai karena pada waktu itu terkumpul induk-induk ibadah. Sebagaimana penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani:
وَاَلَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ السَّبَبَ فِي اِمْتِيَازِ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ لِمَكَانِ اِجْتِمَاعِ أُمَّهَاتِ الْعِبَادَةِ فِيهِ ، وَهِيَ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْحَجُّ ، وَلَا يَتَأَتَّى ذَلِكَ فِي غَيْرِهِ
“Sebab yang tampak mengenai keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah karena pada hari-hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya induk-induk ibadah, yaitu: salat, puasa, sedekah, dan haji. Hal ini tidak terjadi pada hari-hari yang lain.”
Amalan Bulan Dzulhijjah
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Patutlah kiranya kita mengejar lima keutamaan bulan Dzulhijjah yang luar biasa tersebut. Bagaimana caranya? Yakni dengan mengerjakan amalan bulan Dzulhijjah.
Amalan paling utama pada bulan Dzulhijjah adalah naik haji. Hampir seluruh keutamaan tersebut bisa kita raih dengan menunaikan ibadah haji, menunaikan rukun dan wajibnya, lalu menyempurnakan dengan sunnah-sunnahnya. Maka tak heran jika orang yang berhaji akan menjadi seperti terlahir kembali, tanpa dosa.
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Barangsiapa yang berhaji karena Allah, lalu dia tidak berkata-kata jorok/keji (rafats) dan tidak berbuat fasik, maka dia kembali (suci) seperti hari ibunya melahirkannya.” (HR. Bukhari)
Karenanya juga, orang yang berhaji dan hajinya mabrur akan mendapat balasan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
الحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ
“Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Bagi kita yang tidak sedang berhaji, maka amalan bulan Dzulhijjah antara lain sebagai berikut:
1. Memperbanyak Amal Shalih pada 10 Hari Pertama
Memperbanyak amal shalih pada 10 hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan luar biasa, lebih Allah cintai melebihi seluruh amal pada hari-hari lainnya. Bahkan melebihi jihad fi sabilillah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hari-hari lain yang amal shalih di dalamnya lebih Allah cintai daripada hari-hari ini.” Yakni 10 hari Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidak pula jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali satu pun di antara keduanya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya; shahih)
Jadi, amalan bulan Dzulhijjah yang pertama adalah memperbanyak amal shalih pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Karena menggunakan lafadz amal shalih, maka ia menjadi sangat luas. Tidak terbatas pada ibadah mahdhah tetapi juga ibadah ghairu mahdhah.
Maka, memperbanyak puasa mulai tanggal 1 hingga tanggal Dzulhijjah termasuk memperbanyak amal shalih. Memperbanyak shalat, dzikir, doa, dan tilawah juga termasuk memperbanyak amal shalih. Bahkan secara khusus, Rasulullah menganjurkan memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini.
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
Tidak ada hari-hari yang dianggap lebih agung oleh Allah dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana hari pertama hingga kesepuluh Dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid. (HR. Ahmad; shahih)
Demikian pula sholat tahajud di waktu malam dan bermunajat kepada-Nya saat manusia lain terlelap dalam tidurnya. Bahkan di awal Surat Al-Fajr, Allah bersumpah dengan 10 malam pertama bulan Dzulhijjah ini.
وَالْفَجْرِ . وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Demi fajar. Dan malam yang sepuluh. (QS. Al-Fajr: 1-2)
Membantu orang lain dan menolong sesama juga termasuk amal shalih. Berlaku jujur, disiplin, hingga profesional bekerja juga termasuk amal shahih.
2. Puasa Arafah
Amalan bulan Dzulhijjah berikutnya adalah puasa Arafah. Puasa ini hukumnya sunnah muakkadah. Keutamaannya luar biasa sebagaimana riwayat Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Imam Muslim:
سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)
Masya Allah, luar biasa keutamaannya. Pantaslah bila pada hari Arafah itu banyak orang yang Allah bebaskan dari siksa neraka.
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
Tidak ada satu hari yang pada hari itu Allah membebaskan para hamba dari api neraka yang lebih banyak melebihi hari Arafah. (HR. Muslim)
3. Sholat Idul Adha
Jamaah Jum’at hafidhakumullah,
Amalan bulan Dzulhijjah ketiga adalah Sholat Idul Adha. Jumhur ulama menjelaskan bahwa hukum sholat idul adha adalah sunnah muakkadah.
Syekh Abdurrahman Al-Juzairi menjelaskan dalam kitab Fiqih Empat Madzhab, menurut Mazhab Hambali, hukum sholat idul adha adalah fardhu kifayah bagi mereka yang telah wajib untuk sholat Jumat. Sehingga jika di suatu masyarakat muslim sudah ada yang mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban bagi orang lain.
Sedangkan menurut mazhab Hanafi, hukumnya fardhu ‘ain bagi mereka yang telah wajib Sholat Jumat. Sehingga yang tidak mengerjakannya akan mendapat dosa.
Pendapat yang menyatakan hukumnya fardhu ‘ain ini berdalil dengan perintah Rasulullah yang memerintahkan seluruh muslim Madinah untuk mengikuti sholat id, termasuk budak perempuan. Sebagaimana hadits dari Ummu Athiyyah radhiyallahu ‘anha
أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَ فِيْ عِيْدَيْنِ العَوَاطِقَ وَالْحُيَّضَ لِيَشْهَدْناَ الخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَعْتَزِلَ الْحُيَّضُ الْمُصَلِّى
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami keluar menghadiri shalat ‘id bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khutbah. Namun, beliau menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat shalat. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Menyembelih Qurban
Amalan bulan Dzulhijjah yang tak kalah istimewanya adalah menyembelih qurban. Ibadah ini juga sarat dengan nilai tarbiyah. Bahkan sejarah disyariatkannya qurban pada masa Nabi Ibrahim adalah sejarah pengorbanan, ketaatan, serta proses taurits tarbawi di dalam keluarga muslim. Kita sekarang tidak diperintahkan untuk menyembelih Ismail-ismail kita, tetapi menyembelih kambing, domba, sapi, atau unta sebagai bentuk ketaatan dan pengorbanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Keutamaan qurban sangat agung sebagaimana Rasulullah sabdakan dalam haditsnya:
مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Kurban yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku kukunya. Sesungguhnya sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima Allah. Maka tenangkanlah jiwa dengan berkurban. (HR. Tirmidzi)
Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan empat amalan bulan Dzulhijjah dan semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang Dia cintai, istiqamah hingga husnul khatimah.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (۱) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (٣)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ . أَقُوْلُ قَوْلِ هَذَا وَاسْتَغْفِرُوْاللَّهَ الْعَظِيْمِ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Jamaah Jum’at hafidhakumullah,
Empat amalan bulan Dzulhijjah tersebut masing-masingnya memiliki fadhilah. Maka, semoga Allah memudahkan kita untuk menjalankannya. Memperbanyak ibadah dan amal shalih pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Menjalankan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sholat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Serta Allah memudahkan kita kita untuk berqurban.
Khusus qurban ini, ada sebuah hadits shahih yang semestinya membuat kita yang memiliki keluasan rezeki tidak meninggalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
“Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berqurban namun dia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ibnu Majah, Ahmad, dan Al Hakim: shahih)
Marilah kita berdoa dengan khusyu’ memohon pertolongan Allah Azza wa Jalla. Memohon ampunan dan rahmat-Nya. Memohon ridha dan surga-Nya.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ . رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ . رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
| < Khutbah Lainnya | Download versi PDF > |
| Khutbah Jumat 2026 | Telegram BersamaDakwah |
