Beranda Suplemen Renungan Sering Berwudhu tapi Dosa Menumpuk? Simak Penjelasan Imam al-Ghazali Ini

Sering Berwudhu tapi Dosa Menumpuk? Simak Penjelasan Imam al-Ghazali Ini

sumber gambar:www.akhlakquran.com

Berwudhu merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan ketika seorang Muslim hendak melakukan shalat. Jika tiada air, Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan kemudahan dengan tayamum, bersuci menggunakan debu sesuai syariat Islam.

Berwudhu merupakan salah satu sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Merupakan sunnah utama yang bisa mengantarkan pelakunya menuju surga. Sebagaimana sahabat mulia Bilal bin Rabbah yang sandalnya sudah sampai di surga tatkala beliau masih hidup lantaran rajin menjaga wudhu dan senantiasa mengerjakan shalat sunnah syukrul wudhu.

Selain menyehatkan badan, berwudhu juga memiliki banyak keutamaan. Di antara yang paling utama ialah bercahayanya anggota wudhu pada Hari Kiamat. Muka, kepala, rambut, telinga, tangan, dan seluruh anggota badan yang terkena air wudhu kelak berhak mendapatkan cahaya pada Hari Pembalasan.

Sebaliknya, orang yang malas atau tidak pernah berwudhu akan senantiasa mendapatkan kegelapan di sekujur badan dan anggota tubuhnya. Kasihan.

Berwudhu juga merupakan sarana yang diberikan oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam untuk menghapus dosa-dosa seorang hamba beriman. Bahkan disebutkan, dosa-dosa berguguran seiring dengan jatuhnya air dari anggota wudhu hingga tetes terakhir.

Sayangnya, tidak semua orang yang berwudhu diampuni dosanya. Bahkan ada banyak orang yang berwudhu, tapi dosanya kian menumpuk.

Sebabnya, sebagaimana dituturkan oleh Imam al-Ghazali Rahimahullahu Ta’ala dalam buku Bidayatul Hidayah, ialah tiadanya doa yang dipanjatkan dan nihilnya kekhusyukan saat seseorang berwudhu.

“Siapa yang berdzikir kepada Allah Ta’ala saat berwudhu, niscaya Allah Ta’ala membersihkan seluruh tubuhnya dari dosa. Dan siapa yang tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala saat berwudhu, niscaya Allah Ta’ala tidak berkenan membersihkannya, kecuali secara fisik (pada anggota tubuh yang terkena air wudhu.”

Maka berwudhulah dengan baik. Awali dengan niat yang lurus, dilanjutkan dengan mengucap nama Allah Ta’ala. Khusyuklah. Jangan bercanda. Jangan sambil berbincang-bincang.

Saat mengusap atau membasuh anggota wudhu, ingatlah dosa yang pernah dikerjakan oleh anggota badan tersebut. Sesalilah. Iringi dengan istighfar di dalam hati. Lalu panjatkan dengan lirih, mudah-mudahan dosanya diampuni seiring dengan menetesnya air dari anggota wudhu.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita semuanya. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Bersamadakwah]

*Buku Bidayatul Hidayah bisa dipesan di 085691479667