Beranda Kisah-Sejarah Kisah Sahabat Wasiat Abu Bakar yang Meledakkan Tangis Umar

Wasiat Abu Bakar yang Meledakkan Tangis Umar

22
ilustrasi sahabat Nabi

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai sosok yang gagah, kuat, dan tangguh. Namun, hari itu tangisnya meledak saat utusan Aisyah radhiyallahu ‘anha mengantarkan seorang hamba sahaya dan seekor unta.

Bukan hamba sahaya dan unta itu yang membuat Umar menangis. Tetapi wasiat di baliknya.

Aisyah menceritakan, sebelum Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu wafat, ia menyampaikan wasiat kepadanya. “Aisyah… tolong periksa seluruh hartaku. Jika ada yang bertambah setelah aku menjabat sebagai khalifah, kembalikanlah kepada negara melalui khalifah yang terpilih setelahku,” kata Abu Bakar menjelang detik-detik wafatnya.

Tentu saja Aisyah sedih mendengar wasiat itu. Bukan karena apa-apa, tetapi karena ia merasa akan ditinggal oleh sang ayah. Belum tiga tahun Rasulullah meninggalkannya, kini ia akan ditinggal oleh Abu Bakar.

Dan benar. Abu Bakar wafat tak lama setelah itu. Kemudian Aisyah pun memeriksa seluruh harta ayahnya.

“Kami memeriksa seluruh harta Abu Bakar,” kata Aisyah, “tidak ada yang bertambah dari hartanya kecuali unta yang biasa dipergunakan untuk menyirami kebun dan seorang hamba sahaya pengasuh yang menggendong bayinya.”

“Allah merahmati Abu Bakar,” kata Umar sambil sesenggukan, “ia telah menyusahkan orang-orang setelahnya.”

Maksud menyusahkan orang-orang setelahnya adalah membuat khalifah sesudahnya tidak mampu mengungguli Abu Bakar, bahkan sulit mencontoh kualitasnya.

Seperti diketahui, Umar sangat terpacu dengan amal-amal Abu Bakar. Sahabat bergelar Ash Shidiq itu selalu mengunggulinya dalam berbagai amal. Ketika dimutaba’ahi Rasulullah sehabis shalat Subuh, misalnya. Rasulullah bertanya kepada jamaah siapa yang tadi malam qiyamul lail, siapa yang tadi malam khatam Al Qur’an, siapa yang pagi ini sudah berinfaq dan siapa yang sudah menjenguk orang sakit, ternyata hanya Abu Bakar yang mengacungkan tangan terus-menerus. Sahabat lain ada yang mengacungkan tangan sesekali, lalu menurunkan tangannya sesekali. Sedangkan Abu Bakar, ia telah melakukan seluruh amal yang disebutkan Rasulullah itu.

Pernah pula Umar ingin mengungguli Abu Bakar dalam hal infaq. Maka saat menjelang perang Tabuk, ia menginfakkan separuh hartanya. Baru saja Umar selesai, Abu Bakar datang dengan menginfakkan seluruh hartanya. Umar hanya bisa berkomentar, “Sungguh, aku tak pernah bisa mengungguli Abu Bakar.”

Dan kini… Abu Bakar mencontohkan kebijakan yang luar biasa. Benar-benar anti-korupsi dan zuhud tingkat tinggi. Ia tidak mau mendapatkan kelebihan harta apapun selama menjabat sebagai khalifah. Padahal Abu Bakar adalah juga seorang saudagar yang sangat wajar jika hartanya bertambah. Ia tak mungkin korupsi. Di kemudian hari, Umar berhasil mencontoh langkah zuhud Abu Bakar ini.

Adakah pemimpin zaman ini yang bisa mencontoh Abu Bakar dan Umar? [Muchlisin BK/bersamadakwah]

22 KOMENTAR

  1. Untuk zaman sekarang ini jangan dulu berbicara zuhud untuk pemimpin kita…. tapi yang perlu kita bantu untuk pemimpin kita adalah memperbaiki keyakinan akan imannya kepada Allah… kalau percaya sih iya… tapi yakinnya itu yang perlu dipertanyakan…. kalau yakin saja kurang apalagi zuhud…. jangankan presiden rakyatnya saja yang mengaku islam tidak yakin akan Allah…. yakinnya kita zaman sekarang adalah yakin kepada uang, yakin kepada kemampuan alias banting tulang untuk perut yakin kepada teknologi yang canggih sehingga lupa untuk yakin kepada Allah yang maha mengendalikan semua yang ada dibawah kolong langit dan ada dipermukaan bumi…..

  2. Pemimpin zaman kini pasti tidak akan mampu menandingi atau menyamai sifat zuhud Saidina Abu Bakar RA dan Umar RA.Namun cukup dan memadai bagi pemimpin negara agar tidak rasuah, tiada konflik kepentingan serta berkhidmat dgn jujur dan amanah…

  3. Yang kita harus benahi adalah rakyatnya dlu. Jika rakyatnya sudh memiliki keimanan dan ketqwaan kepada Allah, insha Allah negeri kita akan melahirkan pemimpin yg Beriman dan bertaqwa kepada Allah pula karena Pemimpin itu berasal dari rakyat.

      • Bersodara yg bener g musuh y blg nya musuh karna malaysia semena mena kalimantan milik indonesia di rebut kan dan jg g itu aja setiap apa pun yg baru dari indonesia yg di tunjuk kan oleh dunia dan di nilai yg terbaik slalu di blg milik malaysia saya g mau ada urusan apapun tp saya hanya bertanya silahkan di jwb bahwa apa benar indonesia da malaysia bersodara 😊😊😊😊😊

  4. Semoga dengan Tegaknya Khilafah nanti pemimpin-pemimpin sekualitas Abu Bakar dan Umar dapat hadir kembali di tengah kita, dan semoga saat itu kita masih ada untuk menyaksikannya.. Aamiin…

    Note: tapi ceritanya akan lebih bagus lagi kalau sedikit ditambahi akh… 🙂

  5. Apa masih ada di Indonesia pemimpin seperti ini…
    Rata2 pemimpin di Indonesia cuma kedok tuk memperkaya. Diri…
    Berlomba2 menguras uang negara untuk kesenangan sendiri…

  6. paling tidak pemimpin kita meniru akhlaq para sahabat ini saja saya sudah bersyukur meskipun tidak 100% persen mirip. paling tidak 40% nya sajalah saya sudah bersyukur.

  7. Sahabat Rasulullah yang terbaik dari generasi terbaik. Yang sangat wajar mendapatkan janji Allah ta’ala untuk berkuasa di muka bumi..

  8. Bagaimana kita akan mendapatkan pemimpin yang amanah melalui sebuah sistem pemerintahan yang bathil? Sementara penguasa yang diperoleh dari sistem thaghut tersebut membiarkan perzinahan dan riba merajalela di negeri ini; sungguh kita semua sudah menghalalkan buat Allah untuk mengazab negeri ini!

  9. Negara kita bukan berpaham alquran dan sunnah..busit kalau ada pemimpin seperti abu bakar dan umar ra. Yg ada bagi kekuasaan dan konco hehehehe

  10. seorang mahasiswa bertanya kepada seorang professor, ya Prof bagaimana caranya kalau saya mau
    jadi professor ? maka profesor berkata ikuti cara seperti yang saya buat! Maka mahasiswa bertanya
    lagi kepada profeor itu bagaimana caranya maka profesor itu pun berkata harus giat belajar, tertib waktu, dan gigihlah dalam mempelajari suatu ilmu. Maka Mahasiwa tersebut pun mengikuti cara dan
    nasehat profesor tersebut. Singkat cerita ketika profesor tersebut mendapat suatu undangan di sebuah
    universitas untuk menghadiri suatu acara pengukuhan seorang profesor termuda dan seketika profesor menyalami orang yang dikukuhkan tersebut disalaminya pemuda tersebut mengatakan banyak terima kasih kepada sang profesor karena mau mendengarkan dan mengikuti cara profesor tersebut yang akhirnya hasilnya jadi sama. yaitu sama sama profesor.
    Sekarang kita mau pemimpin kita seperti sahabat Nabi, Meniru Nabi dan sebagainya yang penting seperti sahabat Nabilah intinya. Bagaimana mungkin kita bisa dapat hasil yang sama sementara kerja sahabat dari kecil sudah dididik dakwah sebagaimana banyak dijelaskan dalam hadits dan dalam Quran juga riwayat sahabat Nabi. Nah kita sekarang bukan dakwah tetapi sibuk mengikuti cara orang kafir bahkan berkorban habis habisan demi mengikuti cara hidup orang kafir, tetapi mau kita hasil seperti Sahabat Nabi. Apa Mungkin hasilnya sama? Sahabat Korban untuk Agama kita korban untuk dunia. Kayaknya mustahil kalau kita tidak putar haluan cara berfikir kita.

  11. pada saat seorang pemuda yang memimpin dan menyatukan islam yang diutus oleh allah. saat itu seorang pemuda yg diutus oleh yaitu imam mahdi.

  12. Jangn prnah mimpi negri ini di pimpin sperti sosok abu bakar, sbelum masyarakatnya bisa meniru sahabat umar, usman, ali dan sluruh sahabat lainnya. Ayo kita tgakkan islam di diri dan keluarga kita, insya Allah kita akn mndpatkn pmimpin yg akn memperjuangkn islam.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.