Beranda Kisah-Sejarah Kisah Nyata Dipenjara, Bagaimana Kau Bisa Keluar Menyantuni Kami?

Dipenjara, Bagaimana Kau Bisa Keluar Menyantuni Kami?

ilustrasi: Syaikh Arifi (Youtube.com)

Orang-orang itu tidak percaya mendengar kabar bahwa Ibnu Taimiyah sedang dipenjara. “Sudah cukup lama,” kata sang pemberi kabar itu.

“Tidak mungkin,” sahut mereka, “Ibnu Taimiyah masih sering mendatangi kami baru-baru ini. Ia memberikan bantuan sebagaimana kebiasaannya”

Agar tidak terjadi perdebatan yang tak perlu dan demi memastikan kebenaran kabar tersebut, orang-orang dari keluarga tidak mampu itu pun datang ke penjara. Mereka ingin melihat apakah benar Ibnu Taimiyah dipenjara. Jika benar, itu adalah kesempatan yang baik untuk menjenguknya.

Sesampainya di penjara, mereka mendapati fakta persis seperti kata orang yang menginformasikan kepada mereka. Ibnu Taimiyah sedang dipenjara. Tentu mereka sedih melihat ulama yang sangat mereka muliakan kini mendekam di balik jeruji. Namun ada hal yang mengganjal benak mereka. Yakni bagaimana cara Ibnu Taimiyah keluar dari penjara tersebut, menempuh jarak yang jauh dalam waktu singkat untuk memberikan santunan.

“Engkau masih terus mendatangi kami dan memberikan santunan seperti yang sudah-sudah,” akhirnya mereka langsung menanyakan hal tersebut kepada Ibnu Taimiyah.

Tentu saja Ibnu Taimiyah tidak merasa melakukannya. Namun ia punya jawaban untuk keanehan tersebut.

“Boleh jadi ia adalah saudara kita dari bangsa jin yang menampakkan diri seperti diriku dan mengerjakan hal yang dulu aku lakukan,” jawab Ibnu Taimiyah seperti dikutip Syaikh DR Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah.

Ibnu Taimiyah adalah ulama yang tawadhu’. Ia tidak menyatakan bahwa kemungkinan malaikat yang menyerupainya meskipun bisa jadi malaikat menyerupai manusia. Tapi ia menyebutkan kemungkinan yang menyerupai dirinya tersebut adalah jin. Lepas dari itu, kebaikan Ibnu Taimiyah dengan peduli terhadap orang-orang miskin membuatnya dekat dengan mereka. Jadilah ia bukan semata ulama yang dimuliakan karena ilmunya tetapi juga dicintai karena kedermawanannya. Dan inilah yang perlu dilakukan oleh setiap ulama dan aktifis dakwah. Manusia memang diseru dengan dakwah dan dipahamkan bagaimana Islam sesungguhnya, tetapi jangan lupa berbuat baik kepada mereka dalam bentuk kepedulian sosial; hal yang sering kali lebih mengena hati daripada diceramahi. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

BARU 1 KOMENTAR

  1. Dia dipenjara oleh imam Tajuddin as subki karna menyebarkan aliran sesat yg pemahamannya di lanjutkan oleh muhammad bin abdul wahhab(sekarang ini namanya salafi?/wahabi)

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.