Beranda Tazkiyah Doa Doa Qunut Subuh, Witir, Nazilah Arab, Latin Indonesia

Doa Qunut Subuh, Witir, Nazilah Arab, Latin Indonesia

6
doa qunut
Doa qunut witir

Doa qunut adalah doa khusus yang dibaca saat sholat dalam posisi berdiri. Ada tiga doa qunut yang terkenal yakni qunut Subuh, qunut witir, dan qunut nazilah. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Pengertian Qunut

Qunut (الْقُنُوْتُ) berasal dari qonata (قَنَتَ) yang artinya tunduk patuh. Qunut juga berarti berdiri lama, diam, taat, doa dan khusyu’.

Qunut yang artinya tunduk patuh bisa didapati pada firman Allah Surat Ar Rum ayat 26:

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

“Dan kepunyaan-Nya lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk” (QS. Ar Rum: 26)

Qunut yang berarti berdiri lama bisa ditemukan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menerangkan sholat yang paling utama.

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ

“Seutama-utama shalat yaitu yang lama berdirinya” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

Qunut yang artinya diam merupakan salah satu tafsir Rasulullah atas Surat Al Baqarah ayat 238. Bahwa sholat harus khusyu’ dan khusyu’ dimulai dengan tidak berbicara saat sholat. Zaid bin Arqam meriwayatkan:

كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِى الصَّلاَةِ يُكَلِّمُ الرَّجُلُ صَاحِبَهُ وَهُوَ إِلَى جَنْبِهِ فِى الصَّلاَةِ حَتَّى نَزَلَتْ (وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ) فَأُمِرْنَا بِالسُّكُوتِ وَنُهِينَا عَنِ الْكَلاَمِ

“Ada seseorang di antara kami berbicara dengan orang di sampingnya ketika sholat, maka turunlah ayat (Berdirilah untuk Allah -dalam shalatmu- dengan khusyu’). Beliau memerintahkan kami untuk diam dan melarang berbicara.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Qunut yang artinya taat bisa didapati pada firman Allah surat At Tahrim ayat 12. Yakni ketika Allah berfirman mengenai Maryam:

وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

“dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat” (QS. At Tahrim: 12)

Berbagai pengertian secara bahasa tersebut tidaklah saling bertentangan. Justru saling melengkapi. Sehingga secara istilah, qunut adalah doa yang dibaca saat sholat dalam posisi berdiri dan cukup lama sebagai bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tentu posisi berdiri ini bagi yang kuat melaksanakannya. Bagi orang yang sholat sambil duduk, maka doa qunut juga dibaca dengan posisi duduk.

Hukum Qunut

Ada tiga doa qunut dalam fiqih yakni qunut Subuh, qunut witir dan qunut nazilah. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, secara umum membaca doa qunut hukumnya mandub. Namun dalam perinciannya, para ulama berbeda pendapat.

Ulama Hanafiyah (mazhab Hanafi) dan Hanabilah (mazhab Hanbali) berpendapat bahwa qunut hanya dibaca dalam sholat witir. Namun kapan membacanya, dua mazhab ini berbeda pendapat. Menurut mazhab Hanafi, qunut witir dibaca sebelum ruku’. Sedangkan menurut mazhab Hanbali, qunut witir dibaca sesudah ruku’ (i’tidal).

Menurut mazhab Maliki dan Syafii, sholat yang ada doa qunutnya adalah sholat Subuh. Dibaca sebelum ruku’ menurut mazhab Maliki, dibaca sesudah ruku’ (i’tidal) menurut mazhab Syafi’i.

Sedangkan untuk qunut nazilah, doa qunut dibaca dalam semua sholat fardhu menurut Syafi’i dan Hanbali. Namun menurut Hanafi hanya dibaca dalam sholat jahriyah (Maghrib, Isya’ dan Subuh). Dan menurut Maliki hanya dibaca saat sholat Subuh.

Baca juga: Sholat Tahajud

Doa Qunut Witir

Doa qunut witir ini bersumber dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad.

Berikut ini doa qunut witir lengkap tulisan Arab, latin dan terjemah dalam bahasa Indonesia.

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ. وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ. وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ. وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ

وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ. إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ. وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ. وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Alloohummah dinii fiiman hadait. Wa ‘aafinii fiiman ‘aafait. Wa tawallanii fiiman tawallait. Wa baariklii fiimaa a’thoit.

Wa qinii syarro maa qodloit. Innaka taqdli wa laa yuqdlo ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu maw waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarokta wa ta’aalait.

Artinya:

Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku.

Jauhkanlah aku dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami Yang Mahatinggi.

Baca juga: Sholat Witir

Doa Qunut Subuh

Seperti dijelaskan di atas, para ulama berbeda pendapat mengenai qunut Subuh terus menerus. Imam Abu Hanifah menyimpulkan bahwa qunut Subuh itu tidak ada.

Imam Malik dan Imam Syafi’i menyimpulkan berpendapat qunut Subuh hukumnya sunnah. Sedangkan Imam Ahmad menyimpulkan, qunut Subuh berlaku saat ada masalah besar dan perlu mendoakan. Yakni qunut nazilah.

Dalam mazhab Syafi’i, doa qunut Subuh sama dengan doa qunut witir. Berikut ini doa qunut Subuh sebagai imam (dalam bentuk jamak) lengkap tulisan Arab, latin dan terjemah dalam bahasa Indonesia.

doa qunut subuh

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ. وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ. وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ. وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ

وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ. إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ. وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ. وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Alloohummah dinaa fiiman hadait. Wa ‘aafinaa fiiman ‘aafait. Wa tawallanaa fiiman tawallait. Wa baariklanaa fiimaa a’thoit.

Wa qinaa syarro maa qodloit. Innaka taqdli wa laa yuqdlo ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu maw waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarokta wa ta’aalait.

Artinya:

Ya Allah berilah kami petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Sayangilah kami sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepada kami.

Jauhkanlah kami dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami Yang Mahatinggi.

Baca juga: Ayat Kursi

Doa Qunut Nazilah

Qunut nazilah dibaca ketika terjadi musibah atau bencana yang menimpa kaum muslimin. Doa qunut nazilah dibaca dalam semua sholat fardhu menurut Syafi’iyah dan Hanbalilah. Namun menurut Hanafiyah hanya dibaca dalam sholat jahriyah (Maghrib, Isya’ dan Subuh). Sedangkan menurut Malikiyah hanya dibaca saat sholat Subuh.

Doa qunut nazilah adalah sebagai berikut:

doa qunut nazilah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ، وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ. وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ ، وَيُكُذِّبُونَ رُسُلَكَ ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمَ ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِى لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ.  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ

Alloohummagh firlanaa wa lilmu’miniina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimaat. Wa allif baina quluubihim, wa ashlih dzaata bainihim wan shurhum ‘alaa ‘aduwwika wa ‘aduwwihim.

Alloohummal ‘an kafarota ahlil kitaab alladzii yashudduuna ‘an sabiilik, wa yukadzzibuuna rusulak, wa yuqootiluuna auliyaa-ak. Alloohumma khoolif baina kalimatihim, wazalzil aqdaamahum, wa anzil bihin ba’sakal ladzii laa taruddahu ‘anil qoumil mujrimiin. Bismillaahirrahmaanirrahiim, Alloohumma inaa nasta’iinuk.

Artinya:

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa orang mukmin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Damaikanlah di antara mereka. Tolonglah mereka untuk mengalahkan musuhmu dan musuh mereka.

Ya Allah timpakanlah laknat kepada orang kafir ahli kitab yang telah mendustakan para utusan-Mu dan memerangi para wali-Mu. Ya Allah, gagapkanlah ucapan mereka, pecahbelahlah kekuatan mereka. Dan timpakan siksa-Mu yang tidak mungkin mampu dicegah mereka. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah sesungguhnya kami memohon pertolongan kepada-Mu.

Baca juga: Doa Malam Pertama

Manfaat Qunut

Sebagaimana yang diminta dalam doa qunut, demikianlah Allah akan memberi. Karena Allah akan mengabulkan doa hambaNya. Apalagi doa sewaktu sholat yang insya Allah lebih mustajabah.

  • Mendapat petunjuk dan dihindarkan dari kesesatan. Sebagaimana yang diminta yakni “Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk.”
  • Mendapat perlindungan Allah dari marabahaya dan diberi kesehatan. Sebagaimana yang diminta yaki “Berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi.”
  • Disayang oleh Allah. Sebagaimana doa yang diminta yakni “Sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi.”
  • Kehidupannya diberkahi. Apa yang telah Allah anugerahkan baik berupa materi maupun pasangan hidup dan anak-anak juga diberkahi Allah. Sebagaimana yang diminta “Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku.”
  • Dihindarkan Allah dari kejelekan dan keburukan. Sebagaimana yang diminta “Jauhkanlah aku dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan.”
  • Mendapat pembelaan dari Allah sebagaimana yang diminta di akhir doa qunut tersebut.
  • Adapun doa qunut nazilah, insya Allah mendapat ampunan Allah dan diselamatkan dari bencana, musibah dan rencana jahat musuh-musuh Islam.

Demikian pembahasan tentang doa qunut Subuh, doa qunut witir, dan doa qunut nazilah. Lengkap dengan tulisan Arab, latin dan terjemah dalam bahasa Indonesia. Serta penjelasan singkat para ulama dari empat mazhab. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

6 KOMENTAR

  1. Terima kasih artikelnya. Cukup lengkap pembahasannya. Mau tanya. Pada doa qunut subuh tertulis wa qina syarra ma qadhait. Biasanya kan wa qina birohmatika syarra ma qadhait. Mohon penjelasannya.

    • Doa qunut di atas adalah matan (redaksi) asli dari hadits-hadits yang disebutkan di atas. Tambahan birohmatika ada pada beberapa kitab fiqih, termasuk Fiqih Islam wa Adillatuhu dan menurut Syaikh Wahbah tidak masalah.

  2. Dalam pelaksanaan nya di sebagian Shalat berjama’ah , ada tambahan kalimat yang tidak disuarakan (dibaca oleh imaman & Ma’mun)
    Fainnakaqdi walaa yuqdhoalait, wainnahu laa yadilluman adait, falakalhamdu laa maa qadait, nastagfiruka wa’atuubu ilaik,

    diteruskan oleh Imam dengan membaca Allohumma shallimna walmuslimiin, wa’afiina walamuslimiin, wahdina waiiyahum syarro ma shoo ibidduyna waddiin, dst, diakhiri sholawat

    dan diaminkan oleh Ma’mum.

    Yang ini bagaimana Ustadz ..?

  3. Mau sharing ustad. ketika yg dibaca imam berhenti makmum melanjutkan potongan qunut atau bagaimana ?

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.