Mendapat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran tidak tinggal diam. IRGC segera meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke arah wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer AS di Teluk, Sabtu (28/2/2026).
Sirene peringatan berbunyi di Yerusalem dan Israel utara. Pemerintah Israel telah mengumumkan keadaan darurat nasional untuk sektor energinya dan memerintahkan warga untuk tetap berada di dekat perlindungan bom.
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan Menteri Energi Israel Eli Cohen menyatakan Israel tengah bersiap menghadapi serangan rudal Iran dan akan beralih ke mode darurat untuk sektor energinya.
“Mulai beralih ke mode darurat, dengan operasi kilang dikurangi dan sebagian infrastruktur gas alamnya dihentikan sementara,” kutip Al Jazeera dari Haaretz.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Grup Bazan Israel telah menutup sebagian fasilitas kilang Haifa, dan Menteri Cohen telah memerintahkan penghentian sementara beberapa platform gas lepas pantai dan diperkirakan akan mengumumkan keadaan darurat di sektor gas alam.
Baca juga: Amerika dan Israel Serang Iran
Israel dan AS meluncurkan serangan gabungan ke AS sejak Sabtu pagi waktu setempat. Sebagai balasan, Iran telah meluncurkan ratusan rudal yang menargetkan Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Serangan itu menargetkan sejumlah titik di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania. []
