Beranda Ilmu Islam Aqidah Memakai Kalung dan Gelang untuk Tolak Bala, Apa Hukumnya? (Bagian 2)

Memakai Kalung dan Gelang untuk Tolak Bala, Apa Hukumnya? (Bagian 2)

0
Iustrasi (hdw)

Lanjutan dari Memakai Kalung dan Gelang untuk Tolak Bala, Apa Hukumnya?

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah menuliskan bab dalam kitabnya Kitab At-Tauhid seputar masalah ini yaitu, Bab Minsysyriki Lubsul Halaqah wal khait wa nahwihima liraf’il bala` au daf’ihi (Bab: Di antara perbuatan syirik adalah memakai gelang, benang dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal marabahaya).

Dalam bab ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menyertakan beberapa dalil di antaranya adalah sebagai berikut.

Imran bin Hushain Radhiyallahu Anhu, menuturkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya, “Apa ini?”

Orang itu menjawab, “Penangkal sakit.”

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pun bersabda,

انْزِعْهَا فَإِنَّهَا لاَ يَزِيْدُكَ إِلاَّ وَهْنًا، فَإِنَّكَ لَوْمِتَّ وَ هِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا.

”Lepaskan itu, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu, sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa diterima, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim dan diakui oleh Adz Dzahabi)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa Hudzaifah melihat seorang laki-laki di tangannya terdapat benang yang diyakini dapat mencegah demam, maka ia memotongnya sambil membacakan firman Allah Ta’ala,

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya (Q.S Yusuf: 106 )

Jika seseorang menyakini bahwa benda itu dapat menolak kejahatan jin, maka sungguh tidak ada yang dapat menolak kejahatannya kecuali Allah Ta’ala. Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman,

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S Al-A’raf: 200).

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita orang yang senantiasa menjalankan syariat Islam sesuai Al-Qur`an dan hadits berdasarkan pemahaman pendahulu yang shalih dari umat ini (salafush-shalih), dan menjadikan kita sebagai pembela agama-Nya yang mulia. Aamiin.

Demikian disarikan dari Durus Al-Am karya Dr. Abdul Malik Al-Qasim.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]