Beranda Tazkiyah Fadhilah Keutamaan Baca Surat Al Waqiah Tiap Malam, Dijamin Tidak Akan Miskin

Keutamaan Baca Surat Al Waqiah Tiap Malam, Dijamin Tidak Akan Miskin

0
surat al waqiah
Dinar Dirham (Pinterest)

Ini salah satu keutamaan Surat Al Waqiah yang kita ketahui dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud dan penjelasan para ulama mufassirin. Membaca surat Al Waqiah tiap malam, insya Allah dijauhkan dari kemiskinan.

Keutamaan Surat Al Waqiah

Khalifah Utsman bin Affan bermaksud memberikan sejumlah harta kepada Abdullah bin Mas’ud untuk putra-putranya. Namun, Abdullah bin Mas’ud menolak sembari menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak khawatir putra-putranya menderita kemiskinan.

Sahabat ahli tafsir itu pun membuka sebuah rahasia. Bahwa ia telah mengajarkan satu amalan yang pernah diajarkan Rasulullah kepadanya.

“Apakah Amirul Mukminin takut putra-putraku miskin? Mereka sudah kusuruh membaca Surat Al Waqiah setiap malam,” kata Abdullah bin Mas’ud ketika sakit menjelang wafat.

Ia kemudian menyampaikan sabda Rasulullah yang pernah didengarnya:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْواقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا

“Barangsiapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya” (HR. Abu Ya’la dan Ibnu Asakir)

Kisah ini ditulis oleh DR Abdurrahman Raf’at Al Basya dalam bukunya, Shuwar min Hayaat ash Shahabat. Juga ditulis oleh Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar.

Ibnu Katsir menampilkan hadits lebih banyak lagi tentang keutamaan Surat Al Waqiah. Selain hadits Abdullah bin Mas’ud tersebut, Ibnu Katsir juga mengetengahkan sejumlah hadits yang menunjukkan keutamaan serupa.

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْواقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ

“Barangsiapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan” (HR. Abu Syuja)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir mencantumkan hadits serupa dari Anas.

سُوْرَةُ الْواقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَؤُوْهَا وَعَلَّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ

“Surat Al Waqiah adalah surat ‘kekayaan’. Maka bacalah Surat Al Waqiah dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian” (HR. Ibnu Murdawaih)

عَلِّمُوْا نِسَاءَكُمْ سُوْرَةَ الْواقِعَةِ فَإِنَّهَا سُوْرَةُ الْغِنَى

“Ajarilah kaum perempuan kalian Surat Al Waqiah, karena sesungguhnya ia adalah surat kekayaan” (HR. Ad Dailami)

Buya Hamka menjelaskan bahwa maksud membaca tiap malam agar memahami isinya dan mengamalkannya.

“Jika kita baca Surat ini dan kita pahami maknanya, jiwa kita akan merasa kuat,” kata Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar, “kita tidak akan merasa rendah diri kecuali kepada Allah. Kita tidak akan menggantungkan harapan kepada sesama manusia. Itulah kekayaan sejati.”

Baca juga: Surat Al Ikhlas

Surat Al Waqiah dan Artinya

Berikut ini Surat Al Waqiah dan terjemah artinya dalam bahasa Indonesia. Surat Al Waqiah ini terdiri dari 96 ayat dan termasuk surat makkiyah.

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

1. Apabila terjadi hari kiamat,

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ

2. tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.

خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ

3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),

إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا

4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا

5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,

وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً

7. dan kamu menjadi tiga golongan.

فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

8. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.

وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ

9. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ

10. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,

أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

11. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.

فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

12. Berada dalam jannah kenikmatan.

ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ

13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَقَلِيلٌ مِنَ الْآَخِرِينَ

14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian

عَلَى سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ

15. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,

مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ

16. seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ

17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ

18. dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,

لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ

19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ

20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.

وَحُورٌ عِينٌ

22. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,

كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ

23. laksana mutiara yang tersimpan baik.

جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا

25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,

إِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا

26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.

وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ

27. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ

28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,

وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ

29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

وَظِلٍّ مَمْدُودٍ

30. dan naungan yang terbentang luas,

وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ

31. dan air yang tercurah,

وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ

32. dan buah-buahan yang banyak,

لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ

33. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.

وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ

34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً

35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung

فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا

36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.

عُرُبًا أَتْرَابًا

37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.

لِأَصْحَابِ الْيَمِينِ

38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,

ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ

39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.

وَثُلَّةٌ مِنَ الْآَخِرِينَ

40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ

41. Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?

فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ

42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih,

وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ

43. dan dalam naungan asap yang hitam.

لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ

44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ

45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.

وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ

46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.

وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

47. Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?

أَوَآَبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ

48. apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?”

قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآَخِرِينَ

49. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,

لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ

50. benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ

51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,

لَآَكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ

52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,

فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ

53. dan akan memenuhi perutmu dengannya.

فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ

54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ

55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.

هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ

56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”.

نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ

57. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ

58. Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.

أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ

59. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.