Beranda Suplemen Renungan 10 Alasan Muslim Tak Boleh Merayakan Tahun Baru

10 Alasan Muslim Tak Boleh Merayakan Tahun Baru

11
merayakan tahun baru
Perayaan tahun baru © Solopos.com

Ketika tahun masehi berganti, banyak orang merayakannya, termasuk sebagian muslim. Mulai dari sekedar meniup-niup terompet, ikut pesta kembang api, acara musik, hingga model-model perayaan yang lebih layak disebut ajang kemaksiatan.

10 hal ini seharusnya cukup menjadi alasan bagi seorang muslim untuk tidak ikut meyarakan tahun baru:

Alasan Sejarah

Dalam The World Book Encyclopedia disebutkan bahwa Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari itu (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.

Jika demikian, merayakan tahun baru masehi memiliki keterkaitan historis dengan ritual/budaya paganisme Romawi. Bagaimana jika tidak tahu sejarah tersebut.? Cukuplah firman Allah menjadi pengingat kita:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (QS. Al isra’: 36)

Tasyabbuh

Perayaan tahun baru masehi adalah kebiasaan orang-orang barat yang sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam. Merayakan tahun baru termasuk menyerupai kebiasaan mereka (tasyabuh). Kita patut khawatir, sebab tasyabuh bis membuat seseorang jatuh ke dalam golongan yang diserupainya.

Rasulullah bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi; hasan)

Terompet Yahudi

Perayaan tahun baru identik dengan terompet. Bahkan meniup terompet dianggap sebagai perayaan yang paling sederhana menyambut tahun baru. Selain harganya murah, juga mudah dilakukan.

Tapi tahukah kita bahwa meniup terompet adalah kebiasaan Yahudi sehingga ketika ada sahabat mengusulkan meniup terompet sebagai tanda masuknya shalat, Rasulullah mensabdakan,

هو من أمر اليهود

“Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi” (HR. Abu Daud; shahih)

Pemborosan

Merayakan tahun baru, khususnya dengan acara musik dan pesta kembang api serta acara sejenisnya, pastilah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal ini termasuk bentuk pemborosan yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الله كره لكم ثلاثا قيل وقال وإضاعة المال وكثرة السؤال

“Sesungguhnya Allah membenci tiga hal pada kalian; kabar burung, membuang-buang harta, dan banyak bertanya.” (HR. Bukhari)

Begadang sepanjang malam

Salah satu bentuk perayaan tahun baru yang paling umum adalah menunggu detik-detik pergantian tahun, yakni tepat pukul 00:00. Dengan demikian, orang-orang yang merayakan tahun baru, mereka begadang hingga dini hari.

Begadang yang tidak memiliki kemaslahatan merupakan salah satu hal yang dibenci oleh Rasulullah. Jika tidak ada keperluan penting, Rasulullah biasa tidur di awal malam.

وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan ngobrol setelah isya’ (HR. Bukhari)

5 ALASAN BERIKUTNYA

11 KOMENTAR

  1. Mksd anda peduli setan apa ya ? #Temon … Anda yahudi ? Kalau menanggapi negatif jgn d share donk , anda sama saja meremehkan Tuhan dan Nabi dan agama kami ( muslim ).tolong lebih di perhatikan lg bahasa nya ya . Kalau mau menanggapi dgn pemikiran bodoh jgn d share .

  2. Mohon kiranya bagi saudara saudara seiman ummat Rasulullah Salalallahu Alaihi Wassalam yang ingin mengemukakan pendapatnya agar lebih bijak dan santun serta yang ingin menanggapi hendaknya dengan disertai ilmu yang cukup sehingga tidak menjadi debat, bukankah Rasul kita menganjurkan untuk menghindari perdebatan, Baginda Rasul bersabda tidak dengan hawa nafsunya melainkan kebenaran yang beliau sampaikan dan itu harus kita yakini dengan iman jika kita ingin selamat dunia dan akherat karena Baginda Rasul adalah suri tauladan yang baik yang harus kita ikuti sebagai ummatnya. Demikian urun rembug saya dalam diskusi ini. Terima Kasih dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan. Wassalamu’alaikum..

  3. Annoy, temon, rafiq, Ila…. baca baik2 postingannya, ya !
    Semua yg dilarang apabila kegiatan itu LEBIH BESAR MUDHARAT (KEBURUKAN) nya dibandingkan MANFAAT nya. Contoh…TIUP TEROMPET..KEMBANG API..PETASAN…BEGADANG….RITUAL YANG MENYEKUTUKAN ALLAH. Bukan sekedar asal muasalnya.
    Beda dengan MOBIL, MOTOR, INTERNET, ALAT ELEKTRONIK.. dll. Sejauh itu lebih besar manfaatnya maka dibolehkan.
    Kalian harus lebih banyak belajar memahami makna bacaan. Karena memahami bacaan sama dengan memahami kehidupan. Kasihan orang tua kalian mengeluarkan biaya utk sekolah. Banting tulang. Tapi kalian malah seenaknya saja.

  4. kalo teknologi nggak haram buat dimanfaatkan untuk kemudahan asal jangan kebablasan kayak situ. Ada perbedaan tipis antara “menganggap pemikiran Islam syar’i itu sempit” dengan “ngaku-ngaku Islam tapi nggak suka dengan aturan Allaah”.

  5. Komentar:semua saling membenarkan dan menyalahkan pendapat yg d anggap gak muslim, yg enak saya, lapar makan yg cukup tidur ma istri, subuh bangun sholat jama’ah bareng paginya kerja

  6. (Orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik) dengan keadaan bersatu padu sekalipun, tidak berani memerangi kamu melainkan di kampung-kampung yang berbenteng kukuh, atau dari sebalik tembok. (Sebabnya): permusuhan di antara mereka sesama sendiri amatlah keras; engkau menyangka mereka bersatu padu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu, kerana mereka adalah kaum yang tidak berakal (al-hasyr:24) 

  7. Dan suatu tanda (kebesaran Allah) yang besar bagi manusia adalah,kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,dan kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

    (Surah Yaa Siin.ayat 41 dan 42)

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.