Beranda Quran 006 Al-An'am Surat Al-An’am Ayat 2: Arti per Kata dan Tafsir

Surat Al-An’am Ayat 2: Arti per Kata dan Tafsir

0
surat al-anam ayat 2

Surat Al-An’am Ayat 2 dan Artinya

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ (٢)

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (QS. Al-An’am: 2)

< Al-An’am ayat 1Al-An’am ayat 3 >

Surat Al An’am Ayat 2 Arti per Kata

Diaهُوَ
yangالَّذِي
telah menciptakan kalianخَلَقَكُمْ
dariمِنْ
tanahطِينٍ
kemudianثُمَّ
Dia menetapkanقَضَى
batas waktu hidup (kematian), ajalأَجَلًا
dan batas waktu, ajalوَأَجَلٌ
(yang) ditentukanمُسَمًّى
di sisi-Nyaعِنْدَهُ
kemudianثُمَّ
kalian (orang-orang kafir)أَنْتُمْ
kalian meragukan (adanya hari kiamat)تَمْتَرُونَ

Baca juga: Ayat 1000 Dinar

Tafsir Surat Al-An’am Ayat 2

Berikut ini tafsir Surat Al-An’am ayat 2 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni, Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti, lalu Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Terakhir ringkasan Tafsir Ibnu Katsir.

Tafsir Al-Muyassar

Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang menciptakan Adam dari tanah, kemudian menciptakan seluruh keturunannya dari air yang hina. Juga menentukan batas umur setiap orang, yang tidak bisa mereka lampaui batasan itu.

Allah pun menentukan waktu untuk kebangkitan setelah mati, yaitu hari kiamat. Tidak ada yang mengetahui kapan waktunya selain Allah semata. Kemudian datanglah orang-orang musyrik yang meragukan adanya kebangkitan setelah kematian, meski ada dalil-dalil yang jelas sekalipun.

Tafsir Jalalain

Dialah yang menciptakan kalian dari tanah, yakni dengan menciptakan bapak kalian, Adam, darinya. Kemudian Dia menetapkan suatu ajal, yakni bagi kalian, yaitu batas waktu kematian yang akan kalian capai. Dan ada ajal yang ditentukan yakni waktu yang telah ditetapkan, di sisi-Nya, yaitu waktu kebangkitan kalian (pada hari kiamat).

Kemudian kalian, wahai orang-orang kafir, masih meragukan, yakni kalian meragukan adanya kebangkitan, padahal kalian telah mengetahui bahwa Allah telah memulai penciptaan kalian. Siapa yang berkuasa memulai penciptaan, maka Dia lebih berkuasa untuk mengulanginya kembali.

Tafsir Al-Wajiz

Allah adalah Tuhan yang menciptakan asal kalian, yaitu Adam dari tanah, lalu mentakdirkan ajal bagi setiap makhluk, yaitu kematian. Dan ada ajal tertentu yaitu hari kiamat yang ada di sisi-Nya (hanya Dia yang tahu). Kemudian kalian meragukan tentang kebangkitan dan kuasa Allah atas hal itu, wahai orang-orang musyrik.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Firman-Nya, “Dialah yang menciptakan kalian dari tanah,” maksudnya adalah Dia menciptakan bapak mereka, yaitu Adam, yang merupakan asal-usul mereka. Dari Adam itulah mereka lahir, kemudian menyebar ke seluruh penjuru timur dan barat.

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa “Kemudian Dia menetapkan suatu ajal” maksudnya adalah kematian, sedangkan “dan ada ajal yang telah ditentukan di sisi-Nya” maksudnya adalah akhirat.

Ini juga merupakan pendapat dari Mujahid, Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Qatadah, Adh-Dhahhak, Zaid bin Aslam, ‘Athiyyah, As-Suddi, Muqatil bin Hayyan, dan selain mereka.

Al-Hasan, dalam salah satu riwayat darinya, berkata tentang firman-Nya, “Kemudian Dia menetapkan suatu ajal,” yaitu masa sejak seseorang diciptakan hingga ia meninggal. Sedangkan “dan ada ajal yang telah ditentukan di sisi-Nya,” yaitu masa sejak seseorang meninggal hingga ia dibangkitkan kembali. Penafsiran ini pada hakikatnya kembali kepada makna yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu adanya dua macam ajal: ajal khusus, yakni umur setiap manusia, dan ajal umum, yaitu umur dunia secara keseluruhan hingga berakhir, lenyap, sirna, kemudian berpindah menuju negeri akhirat.

Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas dan Mujahid bahwa “Kemudian Dia menetapkan suatu ajal” berarti masa dunia, sedangkan “dan ada ajal yang telah ditentukan di sisi-Nya” berarti umur manusia hingga waktu kematiannya. Penafsiran ini tampaknya diambil dari firman Allah setelah ayat ini:

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Dialah yang mewafatkan kalian pada malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kalian pada siang hari agar disempurnakan ajal yang telah ditentukan. Kemudian kepada-Nyalah kalian kembali.” (QS. Al-An’am: 60).

‘Athiyyah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa “Kemudian Dia menetapkan suatu ajal” maksudnya adalah tidur, yaitu ketika ruh dicabut, kemudian dikembalikan kepada pemiliknya saat terbangun. Sedangkan “dan ada ajal yang telah ditentukan di sisi-Nya” berarti ajal kematian manusia. Namun, ini adalah pendapat yang ganjil.

Makna firman-Nya, “di sisi-Nya,” ialah bahwa tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ

“Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada di sisi Tuhanku. Tidak ada yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.” (QS. Al-A’raf: 187),

dan firman-Nya:

أَيَّانَ مُرْسَاهَا (٤٢) فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا (٤٣) إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا (٤٤)

“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat, kapankah terjadinya? Untuk apa engkau menyebut-nyebutnya? Kepada Tuhanmulah kesudahan pengetahuan tentangnya.” (QS. An-Nazi’at: 42–44).

Mengenai firman-Nya, “Kemudian kalian masih meragukan,” As-Suddi dan selainnya berkata, maksudnya adalah kalian masih meragukan perkara Hari Kiamat.

< SebelumnyaSuratBerikutnya >
Al-An’am ayat 1Al-An’amAl-An’am ayat 3

SILAKAN BERI TANGGAPAN

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini