Beranda Quran 005 Al-Maidah Surat Al-Maidah Ayat 8: Arti per Kata dan Tafsir

Surat Al-Maidah Ayat 8: Arti per Kata dan Tafsir

0
surat al maidah ayat 8

Surat Al-Maidah Ayat 8 dan Artinya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (۸)

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah: 8)

< Al-Maidah ayat 7Al-Maidah ayat 9 >

Surat Al-Maidah Ayat 8 Arti per Kata

Wahai orang-orang yangيَا أَيُّهَا
berimanالَّذِينَ آمَنُوا
jadilah kamu penegakكُونُوا قَوَّامِينَ
(kebenaran) karena Allahلِلَّهِ
menjadi saksiشُهَدَاءَ
dengan adilبِالْقِسْطِ
dan janganlah sekali-kali mendorong kamuوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ
kebencian/permusuhanشَنَآنُ
suatu kaumقَوْمٍ
untuk tidakعَلَىٰ أَلَّا
berlaku adilتَعْدِلُوا
Berlaku adillahاعْدِلُوا
ia (adil itu)هُوَ
lebih dekatأَقْرَبُ
kepada takwaلِلتَّقْوَىٰ
dan bertakwalahوَاتَّقُوا
kepada Allahاللَّهَ
sungguhإِنَّ
Allahاللَّهَ
Maha Teliti/Mengetahuiخَبِيرٌ
terhadap apa yangبِمَا
kamu kerjakanتَعْمَلُونَ

Baca juga: Ayat Seribu Dinar

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 8

Berikut ini tafsir Surat Al-Maidah ayat 7 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni. Lalu Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti. Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Terakhir, ringkasan Tafsir Ibnu Katsir.

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman, bersaksilah kalian dengan benar, dan takutlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam pelaksanaannya. Hindarilah persaksian palsu. Oleh karenanya, laksanakanlah persaksian dengan adil dan benar. Janganlah celaan orang yang mencela membuat kalian berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan janganlah permusuhan kaum musyrikin dan kebencian orang-orang kafir kepada kalian mendorong kalian bersikap tidak adil dalam persaksian, baik bersama mereka maupun terhadap mereka.

Akan tetapi, sampaikanlah kebenaran meskipun kebenaran itu untuk kepentingan musuh kalian. Sebab, bersikap adil itu lebih dekat kepada takwa. Sikap adil-lah yang menegakkan langit dan bumi. Allah pun memerintahkan kalian untuk bersikap adil. Jangan sampai faktor kekerabatan membuat persaksian kalian menguntungkan keluarga kalian. Jangan pula kebencian seorang musuh terhadap kalian membuat persaksian kalian merugikannya.

Bertakwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan takutlah kepada-Nya dalam melaksanakan persaksian. Waspadalah terhadap persaksian palsu. Sesungguhnya tidak ada yang bisa disembunyikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pengetahuan-Nya Subhanahu wa Ta’ala akan amal kalian, pengawasan-Nya Subhanahu wa Ta’ala atas kondisi kalian, pendengaran-Nya akan perkataan kalian, serta perhitungan-Nya atas semua perbuatan kalian itu mesti membuat kalian takut kepada-Nya Subhanahu wa Ta’ala.

Tafsir Jalalain

(Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang senantiasa menegakkan) yakni selalu berdiri teguh (karena Allah) dalam menunaikan hak-hak-Nya, (sebagai saksi-saksi dengan adil) yakni dengan keadilan. (Dan janganlah sekali-kali kebencian) yakni kebencian (terhadap suatu kaum) yaitu orang-orang kafir (mendorong kalian untuk tidak berlaku adil) sehingga kalian berbuat zalim kepada mereka karena permusuhan terhadap mereka.

(Berlaku adillah) baik terhadap musuh maupun terhadap orang yang dicintai. (Karena itu) yakni keadilan (lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan), lalu Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas amal tersebut.

Tafsir Al-Wajiz

Ayat ini memberikan tuntunan agar umat Islam berlaku adil, tidak hanya kepada sesama umat Islam, tetapi juga kepada siapa saja walaupun kepada orang-orang yang tidak ia sukai.

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan, yakni orang yang selalu dan bersungguh-sungguh menegakkan kebenaran, karena Allah, ketika kalian menjadi saksi maka bersaksilah dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, yakni kepada orang-orang kafir dan kepada siapa pun, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil terhadap mereka.

Berlaku adillah kepada siapa pun, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, sungguh, Allah Maha Teliti, Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, baik yang kamu lahirkan maupun yang kamu sembunyikan.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Jadilah penegak kebenaran karena Allah

Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang senantiasa menegakkan (kebenaran) karena Allah

maksudnya, jadilah kalian orang-orang yang teguh menegakkan kebenaran semata-mata karena Allah ‘Azza wa Jalla, bukan karena manusia atau demi mencari popularitas.

Jadilah saksi yang adil

شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ

sebagai saksi-saksi dengan adil,

yakni memberikan kesaksian dengan penuh keadilan, bukan dengan kezaliman.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari An-Nu’man bin Basyir, ia berkata, “Ayahku memberikan kepadaku suatu pemberian. Lalu ibuku, ‘Amrah binti Rawahah, berkata, ‘Aku tidak ridha hingga engkau mempersaksikannya kepada Rasulullah ﷺ.’ Maka ayahku datang kepada beliau untuk menjadikan beliau sebagai saksi atas pemberian tersebut.

Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Apakah semua anakmu engkau beri seperti ini?’ Ia menjawab, ‘Tidak.’ Beliau bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah terhadap anak-anak kalian.’ Beliau juga bersabda, ‘Sesungguhnya aku tidak mau menjadi saksi atas suatu kezaliman.’ Maka ayahku pun pulang dan menarik kembali pemberian tersebut.

Adillah kepada orang lain meskipun benci

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا

Dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk tidak berlaku adil,

maksudnya, janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum menyebabkan kalian meninggalkan keadilan terhadap mereka. Sebaliknya, tegakkanlah keadilan kepada setiap orang, baik ia sahabat maupun musuh.

Adil lebih dekat kepada taqwa

اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

Berlaku adillah, karena itu lebih dekat kepada takwa.

Maksudnya, sikap adil kalian lebih dekat kepada ketakwaan daripada meninggalkannya.

Kata kerja (اعْدِلُوا) menunjukkan makna masdar (keadilan) yang menjadi rujukan dhamir (هُوَ). Sedangkan firman-Nya, (“Itu lebih dekat kepada takwa”) termasuk penggunaan bentuk isim tafdhil (af‘alu at-tafdhil) pada konteks yang sebenarnya tidak ada sifat serupa pada sisi yang dibandingkan. Seperti firman Allah Ta’ala:

Penghuni surga pada hari itu lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat istirahatnya. (QS. Al-Furqan: 24).

Demikian pula sebagaimana perkataan salah seorang sahabiyah kepada Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Engkau lebih keras dan lebih tegas daripada Rasulullah ﷺ.”

Bertaqwalah

وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.

Maksudnya, Allah akan membalas kalian sesuai dengan apa yang Dia ketahui dari amal-amal yang telah kalian kerjakan; jika amal itu baik, maka balasannya adalah kebaikan, dan jika amal itu buruk, maka balasannya adalah keburukan.

< SebelumnyaSuratBerikutnya >
Al-Maidah ayat 7Al-MaidahAl-Maidah ayat 9

SILAKAN BERI TANGGAPAN

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini