Beranda Quran 005 Al-Maidah Surat Al-Maidah Ayat 7: Arti per Kata dan Tafsir

Surat Al-Maidah Ayat 7: Arti per Kata dan Tafsir

0
surat al maidah ayat 7

Surat Al-Maidah Ayat 7 dan Artinya

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (٧)

Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al-Maidah: 7)

< Al-Maidah ayat 6Al-Maidah ayat 8 >

Surat Al-Maidah Ayat 7 Arti per Kata

Dan ingatlah kamuوَاذْكُرُوا
nikmatنِعْمَةَ
Allahاللَّهِ
atasmuعَلَيْكُمْ
dan perjanjian-Nyaوَمِيثَاقَهُ
yangالَّذِي
Dia telah mengikatmu dengan perjanjian ituوَاثَقَكُمْ بِهِ
ketikaإِذْ
kamu mengatakanقُلْتُمْ
kami mendengarسَمِعْنَا
dan kami menaatiوَأَطَعْنَا
dan bertakwalah kamuوَاتَّقُوا
(kepada) Allahاللَّهَ
sesungguhnyaإِنَّ
Allahاللَّهَ
Maha Mengetahuiعَلِيمٌ
dengan isiبِذَاتِ
dada (hati)الصُّدُورِ

Baca juga: Ayat Seribu Dinar

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 7

Berikut ini tafsir Surat Al-Maidah ayat 7 dari Tafsir Al-Muyassar karya Syekh ‘Aidh Al-Qarni. Lalu Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti. Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Terakhir, ringkasan Tafsir Ibnu Katsir.

Tafsir Al-Muyassar

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kalian dengan diutusnya Rasul-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan diturunkannya Al-Qur’an kepada beliau setelah sebelumnya kalian musyrik dalam kejahilwahan orang-orang yang bodoh. Dia Subhanahu wa Ta’ala lalu memberi hidayah yang agung ini kepada kalian dan mencurahkan taufik yang besar ini untuk kalian.

Dan ingatlah bahwa kalian telah berjanji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya untuk selalu taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya seperti pada saat Bai’atur Ridhwan dan bai’at-bai’at yang lain. Kalian telah memenuhi panggilan dan berkata, “Kami mendengar dan kami taati.” Kalian tidak seperti kaum Yahudi yang mengatakan, “Kami mendengar dan kami durhaka.” Kalian mendengarkan dengan baik dan menindaklanjutinya dengan perbuatan.

Maka dari itu, kalian harus bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi semua larangan. Sesungguhnya tak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Ilmu dan pengetahuan-Nya sudah cukup bagi seorang hamba untuk menjauhi seluruh larangan-Nya dan menjalankan semua perintah-Nya, dan merasa takut kepada Rabb-nya dalam setiap dosa kecil maupun dosa besar.

Tafsir Jalalain

Dan ingatlah nikmat Allah atasmu dengan diberikannya hidayah Islam, dan perjanjian-Nya yaitu ikrar/janji setia-Nya yang Dia telah mengikatmu dengan perjanjian itu yang Dia telah janjikan kepadamu, ketika kamu mengatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat kalian membaiatnya: “Kami mendengar dan kami menaati” dalam segala hal yang engkau perintahkan dan engkau larang, baik yang kami sukai maupun yang kami benci.

Dan bertakwalah kamu kepada Allah dalam menjaga perjanjian-Nya agar kalian tidak melanggarnya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan isi dada apa yang ada di dalam hati, maka terhadap hal-hal yang selain itu (yang tampak) tentu Allah lebih mengetahui lagi.

Tafsir Al-Wajiz

Tuntunan tersebut di atas merupakan bagian dari nikmat Allah yang harus disyukuri sekaligus merupakan perjanjian yang harus ditaati sebagaimana tersebut pada permulaan surat ini.

Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu, berupa tuntunan agama dan nikmat-Nya yang bermacam-macam yang dianugerahkan kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan dengan kamu. Yaitu perjanjian yang diambil melalui Rasulullah berupa ketaatan kepada Allah, baik dalam hal yang mudah maupun yang sulit, dan perjanjian-perjanjian lain yang diikatkan dengan kamu ketika kamu mengatakan, “Kami dengar, yakni kami mengetahui dan memahami perjanjian itu, dan kami taati semua yang dinyatakan dalam perjanjian itu, baik berupa perintah maupun larangan.”

Dan bertakwalah kepada Allah, janganlah kamu melanggar perjanjian itu, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati setiap makhluk-Nya.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kaum mukminin agar selalu mengingat nikmat-Nya yang paling besar, yaitu nikmat Islam, diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, serta perjanjian yang telah mereka ikrarkan untuk menaati dan mengikuti beliau. Allah berfirman:

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya denganmu, ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat.” (QS. Al-Ma’idah: 7)

Inilah baiat yang dahulu mereka ucapkan kepada Rasulullah ﷺ ketika masuk Islam. Sebagaimana mereka berkata:

بَايَعْنَا رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا، وَأَلَّا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ

“Kami berbaiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk senantiasa mendengar dan taat, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan mudah maupun berat, sekalipun hak kami didahulukan orang lain, serta tidak merebut urusan (kepemimpinan) dari orang yang berhak memilikinya.”

Ada pula yang berpendapat bahwa ayat ini merupakan peringatan kepada orang-orang Yahudi tentang perjanjian dan ikatan yang telah diambil dari mereka agar mengikuti Rasulullah dan tunduk kepada syariat beliau. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan pendapat ini dari Ibnu Abbas.

Ada pula yang mengatakan bahwa ayat ini merupakan pengingat terhadap perjanjian yang Allah ambil dari seluruh keturunan Nabi Adam ketika Dia mengeluarkan mereka dari sulbi Adam dan menjadikan mereka bersaksi atas diri mereka sendiri:

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا

“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, kami bersaksi.” (QS. Al-A’raf: 172)

Ini merupakan pendapat Mujahid dan Muqatil bin Hayyan.

Namun, pendapat pertama lebih kuat. Merupakan pendapat Ibnu Abbas dan As-Suddi. Ibnu Jarir memilihi pendapat ini.

Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan untuk bertaqwa.  

وَاتَّقُوا اللَّهَ

Dan bertaqwalah kepada Allah… (QS. Al-Maidah: 7)

Ini merupakan penegasan sekaligus dorongan agar senantiasa menjaga ketakwaan dalam setiap keadaan.

Selanjutnya Allah memberitahukan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati dan dada, baik berupa rahasia maupun lintasan pikiran. Dia berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al-Maidah: 7)

< SebelumnyaSuratBerikutnya >
Al-Maidah ayat 6Al-MaidahAl-Maidah ayat 8

SILAKAN BERI TANGGAPAN

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini