Beranda Kisah-Sejarah Kisah Nyata Begini Akhir Nasib Kepala Desa yang Suka Persulit Warga

Begini Akhir Nasib Kepala Desa yang Suka Persulit Warga

ilustrasi (thenest.com)

Pembangunan Rumah Sakit Gratis yang dibiayai dari dana zakat itu sempat terkatung-katung. Pasalnya, sang kepala desa meminta sejumlah uang sebagai pelicin.

“Saya kan jadi lurah pakai modal, harus kembali modal-lah,” jawabnya ketika ditanya seorang teman apakah tidak takut meminta uang ratusan juta. Padahal, Rumah Sakit itu diperuntukkan bagi warga tidak mampu khususnya di kawasan itu.

Tak hanya meminta uang, kepala desa itu juga memprovokasi agar agar menentang pembangunan Rumah Sakit gratis tersebut. “Orang ini menjadi penghalang terbesar,” tulis Evi Risna Yanti, Direktur Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa.

Rupanya bukan hanya Evi yang mengeluhkan ulah kepala desa. Sebagian warga lainnya juga mengaku mendapatkan perlakuan serupa.

“Masya Allah Mbak Evi Risna Yanti.. itu orang yang sama yang mempersulit pengurusan tanah almarhum bapak saya.. lokasinya dekat RST Mba.. dan betul sekali lebih seperti lintah darah.. berkali-kali datang ke rumah ibu saya bahkan hampir seperti meneror karena kami tidak mau menuruti keinginannya,” tulis Destri Atmayanti.

“Sampai warga pada tidak mau mengurus dan berhubungan dengan dia, dan beralasan, nunggu dia tidak menjabat lagi saja. Karena semasa menjabat hanya membawa kesulitan bagi warga,” lanjut Evi.

Rupanya, harapan warga itu tak menunggu lama. Kini sang kepala desa dilaporkan sakit keras hingga tidak bisa jalan. Parahnya lagi, debt collector selalu datang untuk mencarinya.

“Ternyata azab Allah itu cepat, di dunia saja sudah langsung diperlihatkan. Nauzhubillahi minzhalik.
Ya Allah ampuni dosa-dosa kami yang lemah ini,” tulis Evi.

Apa yang menimpa kepala desa ini hendaknya menjadi pelajaran bersama bagi kita. Bahwa siapa yang suka mempersulit manusia, dia akan dipersulit oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagaimana jika yang kemudian dipersulit oleh Allah adalah kesehatan dan nyawa kita? Bagaiamana jika yang dipersulit adalah alam barzakh kita? Bagaimana jika yang dipersulit adalah hisab kita? Bagaimana jika yang dipersulit adalah pengadilan akhirat kita? Bagaimana jika yang dipersulit adalah perjalanan melewati shirat? Bagaimana dipersulit itu artinya tidak diperbolehkan masuk ke surga? Na’udzu billah. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

BARU 1 KOMENTAR

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.