Beranda Kisah-Sejarah Kisah Maryam Mengandung Isa

Kisah Maryam Mengandung Isa

0
gurun (hdw)

Di antara kisah nyata yang disebutkan dalam Al-Qur`an adalah kisah Maryam mengandung Nabi Isa Alaihissalam.

Kisah ini mematahkan argumen-argumen yang disampaikan oleh para pemuka agama yang mengganggap Isa adalah anak tuhan, begitu pula bagi yang mengatakan bahwa Isa adalah tuhan.

Suatu ketika, pada masa lampau, para malaikat mendatangi Maryam dengan membawa kabar gembira bahwa dia adalah wanita istimewa di zamannya.

Allah Taala akan menganugerahkan anak yang suci kepadanya, di mana anak itu akan menjadi seorang nabi yang mulia dan memiliki mu’jizat, maka ia merasa heran dengan semua hal tersebut.

Sebab, bagaimana mungkin ada anak yang lahir tanpa seorang ayah, ditambah lagi dia tidak mempunyai suami.

Maka para malaikat memberitahukan kepadanya, bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu, dan apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” maka jadilah sesuatu itu.

Setelah mendengar hal itu, maka Maryam menerimanya dengan lapang dada dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah Taala.

Maryam juga tahu bahwa hal ini merupakan ujian besar bagi dirinya, di mana manusia akan memperbincangkannya karena mereka tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

Orang-orang hanya melihat secara zahir, tanpa berusaha untuk melihatnya dengan bijak dan pikiran yang jernih.

Maryam hanya keluar dari tempat ibadahnya di masa haid atau untuk keperluan lain yang mendesak seperti mengambil air atau makanan.

Suatu ketika, ia keluar untuk satu keperluan dan mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur Baitul Maqdis.

Maka Allah mengutus malaikat Jibril kepadanya dan menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna. Tatkala melihatnya, Maryam berkata seperti yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.(QS. Maryam [19]: 18)

Maksudnya, jika engkau orang yang bertakwa dan takut kepada Allah, maka ketahuilah bahwa aku berlindung darimu dan menjauhlah dariku.

Firman Allah Taala,

Dia (Jibril) berkata, Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.(QS. Maryam [19]: 19)

Malaikat Jibril mengatakan, bahwa dia bukan seorang manusia melainkan malaikat yang diutus kepada Maryam untuk menyampaikan anugerah berupa anak laki-laki yang suci.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Kisah Maryam Mengandung Isa (Bagian 2)