Beranda Ilmu Islam Fiqih Puasa Senin Kamis, Niat, Tata Cara, Keutamaan dan Keajaiban

Puasa Senin Kamis, Niat, Tata Cara, Keutamaan dan Keajaiban

51
Puasa senin kamis

Puasa Senin Kamis merupakan salah salah satu puasa sunnah yang sangat populer. Ia memiliki sejumlah keutamaan dan faedah.

Berikut ini pembahasan lengkapnya mulai keutamaan, niat, tata cara dan keajaiban. Pembahasan ini bersumber dari sejumlah kitab Fikih dan kitab hadits, terutama yang berisi hadits-hadits fadhilah atau targhib.

Hukum Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis hukumnya sunnah. Dalam Fikih Manhaji ditegaskan, dalil sunnahnya puasa Senin Kamis adalah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menjaga Puasa Senin Kamis (HR. Tirmidzi dan Ahmad; shahih lighairihi)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu memasukkan puasa Senin Kamis dalam puasa sunah yang disepakati para ulama.

“Puasa-puasa sunnah yang disepakati para ulama antara lain,” kata Syaikh Wahbah Az Zuhaili. “Puasa hari Senin dan Kamis setiap pekan berdasarkan perkataan Usamah bin Zaid: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa puasa pada hari Senin dan Kamis. Suatu ketika beliau ditanya tentang hal itu lalu beliau bersabda: ‘Sesungguhnya amal-amal manusia dibeberkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis.”

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis memiliki sejumlah keutamaan yang semestinya membuat kita lebih bersemangat untuk mengamalkannya. Berikut ini keutamaannya:

1. Rasulullah selalu mengerjakannya

Sebagaimana dua hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dan Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu di atas, Rasulullah senantiasa mengerjakan puasa ini. Beliau senantiasa menjaganya.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menjaga Puasa Senin Kamis (HR. Tirmidzi dan Ahmad; shahih lighairihi)

2. Hari Senin adalah hari istimewa

Salah satu keutamaan puasa pada hari Senin adalah karena hari itu istimewa. Pada hari Senin Rasulullah dilahirkan dan pada hari Senin pula Rasulullah mendapatkan wahyu.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Nabi ditanya tentang puasa pada hari Senin, maka beliau bersabda, “Itu adalah hari kelahiranku dan pada hari itu wahyu diturunkan kepadaku.” (HR. Muslim)

3. Amal diperlihatkan pada Senin dan Kamis

Pada hari Senin dan Kamis, amal-amal diperlihatkan/dilaporkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka betapa beruntungnya ketika saat itu seorang hamba sedang berpuasa.

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Diperlihatkan amal-amal pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diperlihatkan saat aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi; shahih lighairihi)

Diperlihatkan amal-amal pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka Allah Azza wa Jalla pada hari itu mengampuni setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali orang yang bermusuhan dengan saudaranya. Maka dikatakan, “Biarkan keduanya hingga berdamai, biarkan keduanya hingga berdamai.” (HR. Muslim)

Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih sering pada hari Senin dan Kamis. Lalu ada sahabat yang bertanya tentang hal itu. Maka Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya seluruh amal akan dipersembahkan pada setiap hari Senin dan hari Kamis. Lalu Allah mengampuni setiap muslim atau setiap orang mukmin kecuali orang yang bermusuhan. Sebab Allah berfirman, ‘Tangguhkanlah amal kedua orang itu.’” (HR. Ahmad; shahih)

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, aku bertanya, “ Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau berpuasa sampai hampir saja tidak berbuka dan engkau berbuka sampai hampir saja tidak berpuasa kecuali pada dua hari. Jika keduanya masuk dalam puasamu dan jika tidak begitu, engkau berpuasa pada keduanya.” Beliau bertanya, “Apakah nama dua hari itu?” Aku menjawab, “Hari Senin dan Kamis.” Beliau bersabda, “Itulah dua hari yang diperlihatkan amal padanya kepada Rabb semesta alam. Maka aku ingin diperlihatkan amalku saat sedang berpuasa.” (HR. An Nasa’i; hasan)

4. Pintu surga dibuka

Pada hari Senin dan Kamis pula, pintu surga dibuka. Ini menunjukkan betapa mulianya hari itu dan betapa beruntungnya orang-orang yang berpuasa.

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu diampuni kecuali seseorang yang antara dirinya dengan saudaranya terdapat permusuhan.” (HR. Muslim)

Baca juga: Puasa Daud

Tata Cara Puasa Senin Kamis

Tata cara puasa Senin Kamis tidak berbeda dengan puasa pada umumnya, baik puasa Ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Yakni sebagai berikut:

1. Niat

Niat puasa Senin Kamis sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum terbit fajar. Namun karena ini adalah puasa sunnah, maka jika terlupa, boleh niat di pagi hari asalkan belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apapun yang membatalkan puasa.

2. Makan Sahur

Makan sahur merupakan salah satu sunnah puasa yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan. Namun jika tidak dilakukan, misalnya karena bangunnya terlambat, puasanya tetap sah.

3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan

Yakni menahan diri dari makan, minum, berhubungan dengan istri dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa. Waktunya dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Perlu juga menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa. Antara lain bohong, ghibah, dan segala bentuk kemaksiatan. (Baca: Yang Membatalkan Pahala Puasa)

4. Berbuka

Buka puasa waktunya ketika matahari terbenam, yakni saat masuknya waktu sholat Maghrib. Menyegerakan buka puasa merupakan salah satu sunnah puasa.

Niat Puasa Senin Kamis

Di dalam hadits, tidak ditemukan bagaimana lafadz niat puasa Senin Kamis. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau biasa mengerjakan amal dengan niat tanpa dilafalkan.

Dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu dijelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah dengan maksud membantu hati dalam menghadirkan niat. Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lafadz niat puasa Senin adalah sebagai berikut:

niat puasa senin kamis
Niat puasa hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala

Sedangkan lafadz niat puasa Kamis adalah sebagai berikut:

niat puasa kamis
Niat puasa hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala

Keajaiban Puasa Senin Kamis

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fikih Empat Madzhab mengungkapkan: “Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa Senin Kamis, yaitu berpuasa pada setiap hari Senin dan hari Kamis setiap pekannya. Banyak sekali faedah yang akan didapatkan oleh seseorang jika membiasakan diri melakukan puasa sunnah ini, terutama sekali bagi tubuhnya.”

Mereka yang biasa puasa Senin Kamis umumnya relatif lebih sehat wal afiat. Selain secara medis puasa terbukti membantu kesehatan pencernaan, secara psikologis puasa juga mampu menjaga emosi lebih stabil. Tidak mudah marah, tidak mudah depresi. Sebaliknya, ketenangan dalam puasa menghadirkan kebahagiaan dalam jiwa.

Demikian pembahasan dan panduan Puasa Senin Kamis, mulai dari hukum, keutamaan, tata cara, niat hingga keajaiban. Semoga bermanfaat dan kita semua dimudahkan untuk mengamalkannya. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Maraji’ Puasa Senin Kamis:

  • Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq
  • Fikih Empat Madzhab karya Syaikh Abdurrahman Al Juzairi
  • Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili
  • Fikih Manhaji Kitab Fikih Lengkap Imam Asy Syafi’i karya Syaikh Mushthafa Al Bugha dkk
  • Kitab Fadhail A’mal karya Ali bin Muhammad Al Maghribi
  • Shahih At Targhib wa At Tarhib karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani

51 KOMENTAR

    • Jumhur ulama’ berpendapat bahwa kemaksiatan tidak membatalkan puasa, namun merusak pahala puasa sesuai dengan kadar kemaksiatan yang dilakukan. Wanita yang tidak berjilbab, bukan berarti puasanya batal. Namun, sudah pasti pahala puasanya tidak bisa sempurna. Bahkan dikhawatirkan puasanya tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Karenanya, perlu segera menutup aurat (berjilbab) karena itu merupakan kewajiban bagi muslmimah.

  1. Assalamualaikum
    Saya mau nanya Kalo kita puasa senin / kamis akan membuka pitu rezki
    Dan yang membatalkan puasa itu kan berbohong .misalnya saya berbohong keteman saya .teman saya nanya saya kamu puasa .saya jawab karna di suruh ibu buat puasa batal apa nggak puasanya .s
    kalo sya jawab jujur takut nya ada pikiran negatif dari teman saya terimakasih

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Insya Allah puasa Senin Kamis membuat rezeki kita semakin barakah. Hindari berbohong karena Allah tidak menyukainya dan bisa menghapus pahala puasa.

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Maksudnya memiliki keinginan tertentu seperti lulus ujian atau urusan dimudahkan Allah begitu? Jalankan puasa senin kamis dengan niat ikhlas karena Allah, boleh berdoa apa saja di waktu puasa terutama menjelang berbuka, asalkan doanya baik entah urusan dunia maupun akhirat. Insya Allah dikabulkan Allah.

  2. Pak ustad bagai mana kalau kita menjalankan puasa namun keluar bermain atau sekedar curhat dan berbincang bincang bersama laki laki yang bukan mahrom kita apakah puasa kita batal, atau pahala puasa kita nantinya tidak sempurna ?

    • Boleh mengganti (qadha) puasa Ramadhan di hari Senin dan Kamis, bahkan itu lebih baik daripada di hari yang lain. Jadi niatnya qadha’ puasa Ramadhan namun dikerjakan di hari Senin dan Kamis.

      • Klok m ganti puasa Ramadhan d hari senin dan kamis niatx gmn Pak Ustadz???(sama dengan niat puasa senin kamis ???)

        • Niatnya mengqadha’ puasa Ramadhan. Kalau dilafadzkan:

          نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فِرْضَ رَمَضَانِ لِلَّهِ تَعَالَى

          Nawaitu shouma ghodin ‘an fardlo romadlooni lillaahi ta’aalaa

          Artinya: aku berniat puasa besok mengganti fardlu Ramadhan karena Allah Ta’ala

  3. Assalllamualikum pa ust ..keluarga saya mengajarkan puasa senin dan kamis itu waktu nya 24 jam ..jadi sahur nya stelah magrib hari rabu dan berbuka pada hari kamis ..begitu pula pada hari senin ..
    Apakah itu bisa pa ust

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Yang benar, puasa itu (termasuk puasa senin kamis), mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Jadi sahurnya malam hari terutama menjelang terbit fajar, buka puasanya saat matahari terbenam (Maghrib) sebagaimana puasa Ramadhan.

        • Iya, Islam tidak mengajarkan puasa 24 jam. Awalnya, puasa itu memang sejak tidur (jadi sahurnya sebelum tidur) sampai matahari terbenam. Lalu Allah menurunkan surat Al Baqarah ayat 187 yang memberikan tuntunan bahwa puasa itu mulai terbit fajar.

  4. Assalamualaikum…
    Kalau kita mengerjakan puasa senin kamis, dan untuk membayar hutang puasa ramadhan di hari lainnya apakah boleh?

  5. Assalamualaikum
    Pak ustadz saya mau nanya kalo puasa senin kamis boleh digabung dengan puasa gadha tidak.?

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Berpuasalah di hari Senin dan Kamis dengan niat puasa qadha’. Niatnya hanya puasa qadha’ namun ia mendapatkan keutamaan puasa hari Senin atau Kamis.

  6. Assalamualaikum, kalo saya mau niat puasa Sunnah tapi diganti dengan niat mau mengganti puasa yang bolong” gimana?

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Niat puasa wajib (qadha’) tidak boleh digabung dengan niat puasa sunnah. Namun jika menjalankan puasa qadha’ di hari senin dan kamis, insya Allah akan mendapatkan keutamaan puasa di hari itu.

  7. Assalamualaikum pak ustadz,,, saya mau nanya…tahun kemarin puasa saya kan bolong krna haid… Trs saya lupa menggantinya…klo mislkn di gantiin taun sekarang apa bisa pak ustadz? Terima kasih

  8. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh,
    Pak ustadz Muchlisin, saya mau tanya, Gimana klo sahur puasa Sunnah sesudah sholat subuh apa boleh…?
    MINTA SARAN DARI PAK USTADZ
    wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

  9. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Terima kasih untuk informasinya .. semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir kan pahala aamiin 😊

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.