Home Ilmu Islam Fiqih Tata Cara Sholat Dhuha, Niat, Doa dan Keutamaan

Tata Cara Sholat Dhuha, Niat, Doa dan Keutamaan

242066
87
tata cara sholat dhuha
ilustrasi sholat dhuha (gulalives.com)

Sholat dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang istimewa. Dalam sejumlah hadits shahih disebutkan berbagai keutamaannya. Bagaimana tata cara sholat dhuha?

Keutamaan Sholat Dhuha

Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Wasiat Rasulullah

Sholat dhuha diwasiatkan Rasulullah kepada Abu Hurairah untuk menjadi amal harian.

“Kekasihku –Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan sholat dhuha dua raka’at dan sholat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)

2. Sholat awwabin

Sholat dhuha adalah sholat awwabin, yakni sholatnya orang-orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

3. Dua rakaat dhuha senilai 360 sedekah

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

4. Empat rakaat dhuha membawa kecukupan

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

5. Ghanimah terbanyak

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

6. Berpahala umroh

Yakni jika dikerjakan satu paket dengan sholat Subuh berjamaah di Masjid. Maksudnya, seseorang menunaikan sholat Subuh berjamaah di Masjid lalu tidak pulang, ia menetap di Masjid untuk dzikir atau ibadah lainnya, lalu ketika tiba waktu dhuha, ia menunaikan sholat dhuha baru pulang ke rumah.

Lebih detil, baca Keutamaan Sholat Dhuha

Waktu sholat dhuha

Waktu shalat dhuha terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat. Artinya, di Indonesia, waktu shalat dhuha terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dhuhur. Waktu yang lebih utama adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)

Baca tulisan tentang shalat dhuha lainnya:

Niat sholat Dhuha

Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup. Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat. Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat sholat dhuha sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)

“Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Tata cara sholat dhuha

Bagaimana tata cara sholat dhuha? Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya, minimal dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

  • Niat
  • Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Demikian tata cara sholat dhuha. Setiap dua rakaat salam, diulang sampai bilangan rakaat delapan atau yang dikehendaki. Setelah sholat dhuha dianjurkan berdoa.

Doa Sholat Dhuha

Tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah selesai sholat dhuha. Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sholat dhuha. Misalnya dalam Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fikih Empat Madzhab maupun Fiqih Manhaji mazhab Imam Syafi’i. Sehingga, kita boleh berdoa secara umum dengan doa apapun yang baik.

Ada satu doa sholat dhuha yang sangat populer, yaitu:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa ini bukanlah berasal dari hadits Nabi. Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Lebih detil tentang doa ini dan penjelasannya, silahkan baca Doa Sholat Dhuha

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

87 KOMENTAR

  1. Saya mau tanya niat untuk sholat duha itu bunyi nya spt apa ya ??
    kalo spt sholat fardhu kan ada Usholi nya. Mohon penjelasannya… makasi

    • setahu sy sih niat solat dhuha tuh,,
      usholi sunnatan dhuha rok ataini mustagbillal kiblati lillahitaallah

      • setahu saya ( maaf klo salah ) “mustagbillal kiblati” artinya menghadap arah. klo “mustagbillal ka’bah” artinya menghadap ka’bah…monggo bantu telaah

        • Maaf kalau mnrt sepengetahuan saya, ketika kita membaca niat shalat dengan mustaqbilal ka’bah, itu dibaca ketika kt sedang benar2 melihat ka’bah, contohnya ketika kt sedang melaksanakan umroh/haji langsung shalat di depan ka’bah, tp kalau kt tdk dihadapan ka’bah langsung pakenya mustaqbilal qiblati, ”wallahu a’lam bishowab”

          • “itu dibaca ketika kt sedang benar2 melihat ka’bah” << maaf mba betapa sya awam perihal agama, terkait kalimat yg terkutip saya ada pertanyaan"bagaimana dengan yang buta matanya, yang tidak benar-benar melihat ka'bah?harus mustaqbilal apa?"
            Jazakumullah Khairan Katsiran mohon arahannya…..

        • Mas Bima, sesuai ajaran kita, kiblat kita itu Allah SWT dalam hal ini arahnya ke ka’bah, niat yang diyakini dalam hati, mirip dengan ketikan kita beriman kepada Allah SWT, contoh kasus ketika kita sedang sholat di kendaraan atau ditengah kapal laut, kita tidak bisa menyesuaikan arah kita selalu ke ka’bah, maka dari itu lafaz niatnya pasti selalu kiblati, hal ini sama halnya penjelasan untuk pertanyaan saudara tentang orang yang tidak bisa melihat, sholat adalah bentuk amalan yang selalu menghadap kepada Allah SWT, bukan menghadap ka’bah. Dan kita meyakini bahwa ka’bah adalah arah baitullah,… terima kasih, hanya Allah SWT Yang Maha Tau atas segala Ilmu.

    • Niat tdk harus dilafadzkan. Cukup dalam hati niat shalat dhuha krn Allah, tp kalo dilafadzkan juga tidak apa.. wallahu A’lam

    • Sholat itu dimulai dari takbirotul ikhrom dan ditutup dengan salam…
      Jadi niat itu tidak wajib untuk di lafadz kan…. cukup niat dalam hati menggunakan bahasa apapun silakan…. krn saat niat itu sholat belum dimulai.. namun disaat Takbirotul ikhrom, disitulah mulainya sholat….
      Kita berangkat menuju masjid utk sholat dhuha itu aj sebenarnya sdh niat utk sholat dhuha….
      Jd gk usah diribetkan soal ini…

    • Setiap sholat harus di awali dgn usholi,karna artinya niat,dan bisanya sholat sunnah Duha di lakukan kurang lbh antara jam 9-10

      • apakah dalam hadist shohih ada yang mengharuskan ketika sholat wajib dan sunnah harus menggunakan “usholi?”
        jika ada mohon sebutkan hadist dan sannadnya. terima kasih 🙂

      • Niat tempatnya di hati,bukan di mulut.jadi niat tidak perlu di ucapkan atau di lafadzkan dgn lisan,apalgi membesarkan bacaanya.wllahu a’lam.

  2. Shalat Dhuha kira-kira jam 8.30, dimana di jam tersebut mulai terasa terik matahari. Niat sholat ada di dalam hati sebagaimana contoh dari Rasulullah yang tidak pernah melafalkan niat secara keras. Wallahu A’lam.

    • Iya mas.. niat itu cukup dalam hati. Jgn smp qta melafal di milut tapi hati gk niat atau pikiran kmana2. Naudzubillah. Smg qta diberikan kekhusukan dlm sholat. Aamii

  3. Maaf ya niat itu cukup di dalam hati (boleh juga diucapkan), klo aku biasa di Malang Jawa Timur sholat dhuha jm 7 sebelum berangkat kerja, biasanya 6 rakaat.

    • Assalamulaikum wr wb
      1. Apakah dalilnya? boleh dari Alquran atau pun hadist sohih yang menyebutkan niat khususnya untuk sholat, harus di lafazdkan?
      2. Apakah dalilnya juga? Jika Niat tidak harus di lafazdkan?
      Mohon sharing ilmunya. Semoga yang membagi ilmunya dilimpahkan rahmat ALLaH SWT.

      • Di cari sampai kapanpun tidak akan menemukan dalil,, tentang melafazkan niat karna emang tidak ada di dalam al quran dan hadis,, yg doif sekalipun.. Adapun yang mereka biasa mereka lafdzkan,, bukan datang dari nabi, tapi pendapat ulama

  4. Menurut aku……….. apa yg didalam hati tanpa disebut-pun/diucapkan Allah SWT sdh tau bahwa…..sejak persiapan trus kita akan berwudhu……..jalan menuju ruang shalat/mushola/Mesjid………. bahwa kita akan sholat Dhuha….Allah SWT sdh Maha Mengetahui !!

    Pengucapan / melafazkan niat, malah bisa terjadi kesalahan, tapi apa yg telah terkandung didalan sanubari tdk pernah salah dan dia punya ” link ” langsung kpd sang Khaliq.

    Jadi niat tsb tdk perlu diucap/lafazkan, wallahualambishawab………….

  5. menurutku niat itu tak perlu di lafatkan,, karna niat itu perkerjaan hati.. berbeda lho niat sama lafat niat,, kalau lafat niat itu di ucapkan sementara niat itu tidak harus dilafatkan.. wallahualambishawab..

    • Bisa. Waktu sholat dhuha dimulai setelah matahari naik sepenggelahan (sekitar 20 menit setelah matahari terbit) hingga condong ke barat (sekitar 15 menit sebelum masuk waktu zhuhur).

  6. apa gak perlu baca/melafalkan DOA IFTITAH,,,,,, kl gak salah itu kan juga contoh dari rasullullah shalallahu’allaihi wasalam

  7. M’f tretan smoa.a, sy ank madura n sy sngt bertrm ksh tas ilmu.a, tp sy msh blm pham cz sy tdk tau sma skli, n sy ha.alah seorg hamba Allah yg awam.

  8. Beberpa hadist yg sy baca sholat dhuha dr jam7 – 11 pagi, kalo masalah niat sholat, rosul selalu mengajarkan sesuatu dimulai dengan niat, bahkan mandi junub pun dengan niat, yg terpenting adalah setiap rangkaian sholat fardhu maupun sunah kita musti tau arti dan makna yg kita lafadzkan

  9. Maaf kalau jam 6.30 apa blm boleh, soale jam 7 udah masuk kerja, kemarin saya sudah pernah bertanya ada yang bilang gpp, tolong jawabannya terima kasih

  10. Masalah niat dilafaz atau tidak
    Saya rasa tidak perlu dipermasalahkan
    Yg penting sholatnya di kerjakan.

  11. Masalah sholat, mulai dari awal sampai akhir tidak usah di perdebatkan. Jika kita merasa ada perbedaan maka ikutilah Nabi kita sebagai tauladan umat akhir jaman, sebagaimana sabda Beliau ; Shallu kama roaitumuni faushalli ” sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatq, maka sholatlah”. Wallahu a’lam

  12. knp harus perdebatkan niat.
    niat itu pekerjaan hati, adapun lafadz niat itu hanya utk menuntun hati maka dri itu harus tau artinya BELEJAR. terkadang dilafaldzkanpun hati kita kemana2..
    sebaiknya dilafadzkan dan harus tau arti InsyaAlloh hati kita tertuntun.
    utk sholat dhuha waktunya setelah matahari terbit jam7.30 klo sudah terbit boleh sampe sekitar mau dzuhur jam11 an

    ingat2 saja diharamkan sholat ketika matahari pas terbit saat kelihatan terbit merah.

    apabila kita terbangun saat matahari terbit dan belum sholat subuh juga sebaiknya menunggu hingga matahari terbit dan baru solat Shubuh Qodho (alias sholat nyarutang) krn tertidur=mati. InsyaAlloh diterima.

    perlu diketahui juga bahwa amalan2 kita jangan dianggap seperti mengumpulkan pahala krn serendah2nya ibadah adalah krn mengharap pahala. dan sesungguhnya suarga diberikan bukan krn pahala tp karena Ridho dr Alloh. dan Alloh melihat dan menghargai kualitas proses kita berjuang utk ibadah bukan kuantitasnya dan bukan banyaknya..

    semoga bermanfaat…
    krn sesungguhnya saya pribadi tidak punya hak utk menyuruh sholat krn itu hak Alloh. sy hanya mengajak dan siapa saja boleh ikut. ataupun tidak melaksanakan sama sekali juga tidak ada untung ruginya bagi sy dan apalagi bagi Alloh… silahkan memilih krn itu adalah pilihan hak masing2… semua ada konsekwensinya..

    dan hati2lah krn setan jaman sekarang tidak menyuruh maksiat tp menyuruh sebanyak2nya dan berlomba2 ibadah tp pada akhirnya dilengkapi dengan RIYA, maka tiada guna sama sekali ibadah kita.. itu yg setan lakukan sekarang..

    maaf jika ada salah….

  13. Saya mau tanya, apakah setelah salam pertama dan masuk rakaat kedua kita baca niat lagi…..? Mohon informasinya bagi teman2 yg tau

  14. Yang yakin niat diucapkan, jalani.. Yang yakin niat cuku dalam hati, jalani.. 4 Imam Madzhab (ulama besar) aja saling menghargai satu sama lain, kenapa kita yg awam tidak mengikuti saling menghargainya mereka…?

    • Setuju, tapi laksanakan sesuai salah satu madzhab yang kita fahami dan yakini jangan dicampur aduk. Tertib dalam rukun.

  15. Comment: Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
    ”Sesungguhnya agama itu mudah.” (HR. Bukhari)

    Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu berkata, ”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

    ’Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya’.” (HR. Bukhari & Muslim).

    Niat adalah amalan hati dan hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Niat itu tempatnya di dalam hati dan bukanlah di lisan, hal ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama sebagaimana yang dinukil oleh Ahmad bin Abdul Harim Abul Abbas Al Haroni dalam Majmu’ Fatawanya.

  16. niat itu di dlm hati, ketika kita mandi, memakai pakaian, dan berangkat ke masjid, maka secara otomatis di dlm hati kita sudah punya niat utk melakukan shalat tsb, jd bacaan ushali seperti yg dipahami keumuman umat islam adalah bid’ah. wallahu a’lam

  17. Maaf.. stahuku.. sbaik2 nya sholat jum’at di kerjakan dri jam 10 – 11 siang.. saat anak unta mulai kpnasan.. terimakasih..

  18. Setahu saya,dan hadits yang saya dengar, tpi sya tdak tw tpatnya hadits trsebut, tpi saya bisa jamin itu benar. . .
    Dalam shalat, niat tak di ucapkan. . .hnya prlu di niatkan dri hati dn pikiran. . .
    Tuhan maha tw dengan niat kita. . .
    Nabi Muhammad pun tak pernah mengucapkan niat.
    Terimah kasih

  19. Alhamdulillah jadi tahu sekrang.
    terimakasih sharingnya
    semoga bermanfaat
    dan semoga kita semua mendapat rahmat dari allah SWT
    aminn

  20. Setahu saya Allah itu maha mengetahui jd niat cukup dalam hati ucapkan bismillah lalu takbiratulihrom,,

    Wallahua’lam

  21. Kalau di sekolah sholat dhuha dikerjakan berjamaah apakah diperbolehkan? Tata cara sholat dhuha berjamaah kayak sholat dhuhur yang silent atau sholat maghrib yang dibaca keras?

  22. Alhamdulillah… terima kasih ilmunya. Semoga kita semua istiqomah mengerjakan sholat dhuha dan dikaruniai banyak rejeki dari Ilahi Robbi

  23. Artikel yg bermanfaat. Mohon lebih detil terkait hubungan sholat dhuha dg rezeki. Banyak cerita orang2 yg mengalami keajaiban rezeki setelah mengistiqamahkannya

  24. Dari ribuan tulisan di internet, kita baca dan komen artikel ini. Ini bukan kebetulan. Hanya atas izin Allah. Moga kita rutin sholat dhuha dan dapat ridhoNya

  25. Alhamdulillah cukup lengkap bahasannya. Moga kita semuax istiqamah ngerjakan sholat dhuha dan dapat pahalanya

  26. Alhamdulillah cukup lengkap bahasannya. Moga kita semuax istiqamah ngerjakan sholat dhuha dan dapat pahalanya.

    Soal keutamaannya yang mendapat pahala umroh, apakah setelah subuh harus terus menerus beribadah dan tidak boleh terputus dengan urusan dunia termasuk main hp?

    • Allahumma aamiin.

      Ya benar, agar sholat dhuha berpahala umroh, sebaiknya setelah Subuh berjamaah di masjid kita tetap dalam kondisi beribadah (berdzikir, tilawah, dll) dan tidak main HP

  27. Sholat dhuha pengganti sedekah dan pembuka rezeki. Perlu diamalkan tiap hari. Terima kasih sudah berbagi.

  28. disekolah saya setiap pagi diadakan sholat dhuha jam 7 lebih apakah boleh? tetapi saya pernah dapat informasi diyoutobe waktu haramnya jam 6-7, mohon penjelasanya:)

  29. kalo ibadah itu bukan karena dalil jumhur ulama dan madhab tapi berfadarkan sunah rosul dan alquran.emang siapa jumhur ulama itu?yg jelas siapa namanya.riwayat hidupnya

  30. Alloh adalah zat yang maha tahu segalanya, maha cerdas dan tentu tahu setiap apa yang terbersit di dalam hati manusia, karena dialah yg menciptakan hati dari segumpal darah.. Ketika kita hendak melakukan sesuatu tentu dia lebih tau apa yg hendak kita lakukan,, kenapa kita merasa risau tentang niat harus di ucapkan apa tidak! Ketika kita ambil wudhu terus menghadap kiblat itulah niat,, dengan kata lain apa yg terlintas di hati di teruskan dengan perbuatan itu lah niat..beribadah lah sesuai perintah/contoh dalil. Karena pada hakikatnya semua ibadah itu batal/haram kecualai ada dalil yg memerintahkan.. WABSWB

  31. Sholat dhuha benar-benar ajaib dengan keajaiban atas izin Allah tentunya. Alhamdulillah keluarga kami mendapatkannya.

  32. Permisi saya mau bertanya, kalau seumpama sholat dhuha 4 rakaat kan 2 rakaat salam terus kemudian 2 rakaat salam lagi ,nah ketika 2 rakaat salam terus berdiri lagi apakah harus membaca niat lagi?

    • Wajib untuk berniat setiap akan sholat, tidak wajib membaca/melafalkan niat. Jika sholat dhuha empat rakaat dengan dua rakaat salam, maka setiap akan sholat juga memulai dengan niat.

      • Alhamdulillah. Terima kasih atas pertanyaan pertanyaan dan jawabannya. Sangat bermmanfaat dan membuat pengetahuan menjadi lebih luas.

  33. Asslmkm..
    Maaf saya mau tanya.
    1. Kalau shalat Dhuha, baca suratnya (setelah alfatihah) bukan surat yg dianjurkan seperti yg ditulis di atas, apakah sah shalat Dhuha tersebut?
    2. Terus, kalau misalkan doa (doa yg ditulis di atas) setelah shalat Dhuha tidak diamalkan (karena tidak hafal) apakah tidak kenapa2? atau gimana? Apakah doa yg di atas itu wajib hukumnya? Harus doa yg itu?
    Semoga ada yg bisa membantu menjawab, terima kasih.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here