Beranda Suplemen Ramadhan Doa Buka Puasa Ramadhan, Arti, Keutamaan dan Manfaatnya

Doa Buka Puasa Ramadhan, Arti, Keutamaan dan Manfaatnya

1
doa buka puasa
ilustrasi doa buka puasa (123rf)

Menyegerakan berbuka dan membaca doa buka puasa termasuk bagian dari sunnah-sunnah puasa. Bagaimana bacaan doa buka puasa, kapan dibaca dan apa keutamaannya? Berikut ini pembahasan lengkapnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensabdakan kebaikan menyegerakan buka puasa:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia tetap dalam kebaikan selagi menyegerakan berbuka” (Muttafaq ‘alaih)

Ketika matahari telah terbenam dengan jelas, maka disunnahkan untuk segera berbuka. Sebaiknya berbuka adalah dengan buah kurma dan jika tidak ada, maka berbuka dengan minum air. Nah, doa buka puasa dibaca setelah makan kurma dan/atau minum air yang sering disebut dengan istilah takjil ini. Atau dibaca setelah berbuka sebagaimana riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu.

Lalu bagaimana bacaan doa buka puasa Ramadhan? Alhamdulillah ada beberapa doa dalam hadits dan atsar yang bisa kita amalkan. Kita bisa memilih di antara doa-doa berikut ini.

Doa Buka Puasa Paling Shahih

Doa buka puasa ini dinilai para ulama sebagai doa paling shahih sehingga banyak ulama menyimpulkan bahwa doa inilah yang paling utama dibaca sebagai doa berbuka. Berikut ini bacaan doanya disertai arti dalam bahasa Indonesia:

doa buka puasa paling shahih

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabadh dhoma,u wabtalatil uruuq wa tsabatal ajru insyaa Alloh)

Artinya: Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daruquthni, dihasankan Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Irwaul Ghalil, Misykatul Mashabih dan Shahih Abi Dawud.

Dalam Fiqih Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq menegaskan keshahihan doa ini. Demikian pula Syaikh Yusuf Qardhawi dalam Fiqih Puasa, beliau mencantumkan doa ini sebagai doa yang shahih dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Sahabat yang meriwayatkan hadits doa buka puasa ini adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits itu disebutkan, Abdullah bin Umar berkata, “Jika selesai berdoa, Rasulullah berdoa (yang artinya) ‘Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah’”

Dalam Syarah Hisnul Muslim dijelaskan, selesai berbuka maka hilanglah rasa haus dan hilanglah kepayahan serta diraihnya pahala. Kepayahan hanya berlangsung sebentar karena akhirnya lenyap dan pergi. Yang muncul kemudian adalah pahala yang banyak, kekal dan abadi. Diucapkan insya Allah karena terkait pahala seseorang tidak bisa memastikan. Sesungguhnya tetapnya pahala tergantung pada kehendak Allah.

Maka manfaat doa buka puasa ini adalah memotivasi kita agar meningkatkan ibadah dan amal shalih. Kepayahan dalam beribadah akan segera hilang, sedangkan pahala akan tetap dan kekal.

Baca juga: Doa Sahur

Doa Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu

Lafadz doa kedua ini dikenal juga dengan doa buka puasa Allahumma laka shumtu. Bacaan doanya adalah sebagai berikut:

doa buka puasa allahumma la shumtu

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu)

Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih, namun didhaifkannya dalam Shahih wa Dhaif Al Jami’u Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.

Doa yang populer ini juga dicantumkan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah sebagai doa buka puasa setelah beliau mencantumkan doa pertama di atas. Yang artinya, kedua doa ini boleh dipilih.

Baca juga: Shalat Tarawih

Doa Gabungan

Selain kedua doa di atas, yang masing-masingnya terpisah dan boleh dipilih yang mana, ada pula doa gabungan dari kedua doa di atas. Di Indonesia, doa ini lebih populer karena sering ditampilkan di televisi.

Doa gabungan ini dicantumkan Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu. Beliau menyebutnya sebagai doa buka puasa yang ma’tsur.

Bacaan doanya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْلِىيْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِيْ فَصُمْتُ وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ

(Allohumma innii laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamantu, dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-aLlahu ta’ala. Yaa waa si-al fadhli ighfirlii, alhamdulillaahil ladzii a’aananii fashumtu wa rozaqonii fa-afthortu)

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Kepada-Mu aku bertawakal dan kepada-Mu aku beriman. Dahaga telah lenyap, urat-urat telah basah dan pahala telah pasti didapatkan, insya Allah. Wahai Tuhan yang luas karunia-Nya, ampunilah dosaku. Segala puji bagi Allah yang telah membantuku sehingga ku dapat berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.

Baca juga: Sholat Witir

Doa Amr bin Ash

Doa buka puasa ini biasa dibaca oleh Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu. Doa ini bisa kita dapatkan di Syarah Hisnul Muslim. Bacaan doanya adalah sebagai berikut:

doa buka puasa amr bin ash

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

(Alloohumma innii as,aluka birohmatikal latii wasi’at kulla syai,in an taghfirolii)

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, semoga Engkau berkenan mengampuniku.

Doa ini memohon rahmat Allah agar memeberikan ampunan. “Kalimat dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, yakni yang seluas dunia dan semuanya mendapatkan bagian rahmat dariMu,” terang Syaikh Majdi Abdul Wahhab Al Ahmad.

Baca juga: Sholat Tahajud

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Kapan waktu terbaik membaca doa buka puasa tersebut? Jika doa-doa lainnya biasa dibaca sebelum memulai sesuatu, seperti doa sebelum makan dan doa sebelum berpakaian, doa buka puasa di atas dibaca setelah berbuka. Ada pun sebelum berbuka, membaca basmalah.

Lalu, anjuran memperbanyak doa saat berbuka itu kapan? Maksudnya adalah memperbanyak doa menjelang berbuka. Jadi, sebelum tiba waktu berbuka, perbanyaklah doa. Doa apa saja baik untuk kebaikan dunia maupun untuk kebaikan akhirat. Untuk kebaikan akhirat ini jangan sampai dilupakan.

Di Makkah dan Madinah, karena memahami keutamaan doa menjelang buka puasa, banyak kaum muslimin yang menengadahkan tangan untuk berdoa sejak satu atau setengah jam sebelum adzan Maghrib. Sebab saat-saat itu adalah saat mustajabah untuk berdoa.

Karenanya, sebaiknya kita hindari hal-hal tidak berfaedah menjelang buka puasa. Seperti menonton acara televisi yang tidak bermanfaat atau bermain gadget. Kita perbanyak doa menjelang buka puasa yang Rasulullah sabdakan tidak akan ditolak Allah ini.

Baca juga: Yang Membatalkan Pahala Puasa

Keutamaan Doa Menjelang Buka Puasa

Seperti telah disinggung di atas, saat-saat menjelang berbuka puasa adalah saat-saat mustajabah untuk berdoa. Doa pada saat itu tidak akan ditolak oleh Allah Subhanahau wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah; hasan)

Yang dimaksud dalam hadits ini adalah doa menjelang dan saat berbuka. Bagi orang yang berpuasa, sepanjang waktu puasa adalah waktu mustajabah untuk berdoa. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi dan Thabrani; hasan)

Jadi sepanjang waktu puasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari adalah waktu yang mustajabah untuk berdoa. Namun yang lebih mustajabah lagi adalah menjelang berbuka puasa. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Tirmidzi:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِى لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi. Doa mereka di angkat ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya. Rabb Azza wa Jalla berfirman: “Demi kemuliaanku, engkau akan kutolong meski beberapa saat lamanya.” (HR. Tirmidzi dan Thabrani; hasan)

Demikian pembahasan doa buka puasa. Mulai dari doa paling shahih hingga doa yang dibaca oleh Sahabat Nabi. Juga disertai dengan penjelasan mengenai keutamaan dan manfaatnya. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

BARU 1 KOMENTAR

  1. Dulu sering dengar doa buka puasa yang berakhiran an taghfiroli itu. Ternyata dari sahabat Amr bin Ash ya.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.