Home Ilmu Islam Fiqih Tata Cara Sholat Hajat, Niat, Doa dan Keutamaan serta Keajaibannya

Tata Cara Sholat Hajat, Niat, Doa dan Keutamaan serta Keajaibannya

77873
48
sholat hajat

Sholat hajat memiliki keutamaan yang luar biasa. Siapa yang memiliki hajat atau keperluan dan ingin Allah mengabulkannya, hendaklah menunaikan sholat ini. Sholat hajat juga tergolong mudah karena bisa dikerjakan baik siang maupun malam.

Berikut ini pembahasan lengkap tentang sholat hajat mulai dari keutamaan, tata cara, hingga niat dan doanya.

Apa itu Sholat Hajat

Sesuai namanya, sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan dengan maksud khusus memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan hajat, kebutuhan atau keperluannya.

Jika kita renungkan, sebenarnya tidak ada satu orang pun di dunia ini kecuali memiliki kebutuhan dan keperluan. Ada kalanya keperluan itu sifatnya ringan dan tidak banyak disadari. Misalnya kesehatan bagi orang yang sehat dan kebutuhan sehari-hari. Para sahabat mencontohkan, mereka banyak berdoa kepada Allah dalam urusan kecil sekalipun. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ حَتَّى يَسْأَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ

“Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Tuhan, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sandalnya ketika putus.” (HR. Tirmidzi; hasan)

Ketika kebutuhan atau keperluan itu dirasa besar, Rasulullah mengajarkan untuk tidak hanya berdoa namun mendahuluinya dengan sholat sunnah dua rakaat. Nah, sholat inilah yang disebut sholat hajat.

Hukum Sholat Hajat

Sholat hajat hukumnya sunnah. Dalam kitab-kitab fiqih, sebagian ulama mencantumkan sholat hajat namun sebagian tidak mencantumkan pembahasannya.

Di antara ulama yang mencantumkan pembahasan sholat hajat adalah Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, Prof Dr Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu dan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Mazhab. Sedangkan Syaikh Musthofa Al Bugho dalam Fiqih Manhaji tidak mencantumkan pembahasannya.

Sholat hajat juga banyak dibahas dalam kitab-kitab hadits seperti Shahih at Targhib wat Tarhib karya Syaikh Nasiruddin Al Albani dan Al Adzkar karya Imam Nawawi.

Prof Dr Wahbah Az Zuhaili mencantumkan sholat hajat sebagai sholat sunnah ketiga dalam sub bab Sholat-Sholat Mu’ayyanah Mustaqillah, setelah sholat tarawih, sholat dhuha, sholat tasbih dan sholat istikharah.

“Sholat ini termasuk sholat sunnah karena ada hadits riwayat Abdullah bin Abu Aufa dalam Sunan Tirmidzi menerangkan tentang sholat ini. Imam At Tirmidzi berkata bahwa hadits tentang sholat hajat termasuk hadits gharib,” tulis beliau dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu.

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Madzhab menuliskan, “Dianjurkan bagi setiap muslim yang memiliki kebutuhan yang syar’i untuk melakukan sholat hajat.”

Keutamaan Sholat Hajat

Dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menyebutkan keutamaan sholat hajat dengan mengutip hadits shahih dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ مُعَجِّلاً أَوْ مُؤَخِّراً

Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua rakaat dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat (HR. Ahmad)

Jadi, keutamaan sholat hajat, selain mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan seorang hamba menjadi lebih dekat kepadaNya, juga kebutuhan atau keperluan yang ia minta akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan dalam hadits di atas ada jaminan pasti akan diberi oleh Allah, baik diberi segera dalam waktu cepat maupun diberi tidak segera alias tidak cepat waktunya.

Keajaiban Sholat Hajat

Salah satu keajaiban sholat hajat diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi lalu dicantumkan Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih at Targhib wa at Tarhib di bawah judul anjuran sholat hajat dan doanya.

Dari Utsman bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki buta datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkan penglihatan mataku.” Beliau bersabda, “Atau aku biarkan saja engkau (seperti itu)?” Dia berkata, “Wahai Rasulullah, hilangnya penglihatanku memberatkanku.” Rasulullah bersabda, “Pergilah lalu berwudhulah, kemudian sholatlah dua rakaat, lalu ucapkanlah (doa):

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِىِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّى تَوَجَّهْتُ إِلَى رَبِّى بِكَ أَنْ يَكْشِفَ لِيْ عَنْ بَصَرِيْ اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِىَّ وَ شَفِّعْنِيْ فِيْ نَفْسِيْ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dan menghadap kepadaMu dengan Nabiku Muhammad, Nabi (pembawa) rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Tuhanku denganmu agar Dia menyembuhkan penglihatanku. Ya Allah, terimalah syafaatnya padaku dan terimalah syafaatku pada diriku.”

Lalu ia pun pulang dan Allah menyembuhkan penglihatannya.” (HR. Tirmidzi; hasan)

Syaikh Nashiruddin Al Albani menjelaskan bahwa arti “wa syaffi’nii fii nafsii” adalah terimalah syafaatku pada diriku yang maksudnya terimalah doaku.

Tata Cara Sholat Hajat

Tata cara sholat hajat sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Sebelum sholat disyaratkan suci dari hadats kecil dan hadats besar; suci badan, pakaian dan tempat dari najis; menutup aurat; dan menghadap kiblat.

Seperti hadits di atas, hendaklah menyempurnakan wudhu dan sholat hajat dua rakaat juga dengan sempurna. Secara ringkas, tata caranya sebagai berikut:

  • Niat
  • Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Setelah selesai sholat dianjurkan berdzikir sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam Al Adzkar dan kemudian berdoa kepada Allah memohon hajat atau kebutuhannya agar dikabulkan Allah.

Niat Sholat Hajat

Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat. Syaikh Wahbah menjelaskan, menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan menurut madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam madzhab Syafi’i, niat sholat hajat dilafalkan sebagai berikut:

niat sholat hajat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa Sholat Hajat

Dalam kitab Al Adzkar, Imam Nawawi rahimahullah mencantumkan dua buah hadits terkait dzikir dan doa sholat hajat.

Pertama, adalah dzikir sholat hajat. Dibaca setelah selesai sholat.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَ تَدَعْ لِى ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Tiada Ilah Tidak kecuali Allah, Yang Maha Santun lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Rabb Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang menyebabkan memperoleh rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh kebaikan dan selamat dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu keperluan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang” (HR. Tirmidzi)

Menurut Imam Nawawi, sanad hadits ini masih diperbincangkan sebagai kata Imam Tirmidzi sendiri.

doa sholat hajat

Sedangkan doa sholat hajat yang shahih yang kemudian juga dicantumkan Imam Nawawi dalam Al Adzkar adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِىِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّى تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّى فِى حَاجَتِى هَذِهِ فَتُقْضَى لِى اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِىَّ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dan menghadap kepadaMu dengan Nabiku Muhammad, Nabi (pembawa) rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Tuhanku denganmu dengan kebutuhanku ini agar dipenuhiNya. Ya Allah, terimalah syafaatnya padaku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Demikian pembahasan lengkap mengenai sholat hajat, mulai dari keutamaan hingga doanya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

SHARE

48 KOMENTAR

  1. Kalau dibaca doa nya salah satu boleh saja kan? Lalu adakah yg dibacakan saat selesai solat lalu sujud kembali untuk meminta?

    • Boleh dibaca salah satu.

      Doa tersebut juga boleh dibaca dalam kondisi duduk maupun bersujud, setelah selesai sholat hajat. Namun umumnya, Rasulullah dan para sahabat membacanya sambil duduk. Wallahu a’lam bish shawab.

  2. Adakah bacaan do’a berupa latin bagi yg belum bisa membaca al-qur’an? Jika ada mohon di berikan latinnya, terima kasih

    • Berikut ini doa sholat hajat jika ditulis latin:

      Allohumma innii as,aluka wa atawajjahu ilaika binabiyyika Muhammadin nabiyyir rohmati yaa Muhammad innii tawajjahtu bika ilaa robbii fii haajatii hadzihi fatuqdho lii Allahumma syaffi’hu fii

  3. Assalamualaikum Pak Ustadz
    Saya mau tanya beberapa pertanyaan
    1. apa boleh dalam satu waktu mengerjakan sholat tahajud dulu lalu diteruskan sholat hajat?
    2. Ada tidak surat yang disunahkan dibaca dalam sholat hajat pada rakaat pertama dan kedua?
    3. Setelah selesai sholat hajat berapa banyak dzikir yang dibaca sebelum doa hajat?

    Terima kasih pak ustadz

    • Wa’alaikum salam warahmatullah, Bu Lia

      1. Boleh
      2. Dalam sholat hajat, boleh membaca surat apa pun dari Al Quran
      3. Tidak ada ketentuan. Di antara adab berdoa, membaca hamdalah dan sholawat sebelum berdoa

      Wallahu a’lam bish shawab

  4. Assallamualikum wrb..
    Pak mau tanya waktu yg paling bagus untuk melaksanakan sholat hajat itu kira2 pukul berapa ?
    Pada siang
    Dan pada saat mlm

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

      Sholat hajat boleh dikerjakan di seluruh waktu yang bukan waktu diharamkan sholat.
      Waktu terbaik sholat hajat sebagaimana waktu terbaik sholat malam yakni sepertiga malam yang terakhir, saat itu merupakan waktu paling mustajab untuk berdoa.

      Wallahu a’lam bish shawab.

  5. Assalamualaikum Pak Ustadz…
    Bagaimana hukum ny laki-laki yang ditinggal matii istrinya karena depresi perbuatan suami yang selalu melakukan ancaman dengan kekerasan dan tidak bekerja, kini masih tinggal di rumah mertua…dengan meninggalkan 2 orang anak ,, apakah orang tersebut harus segera di usir ?
    mohon jawabannya pak Ustadz terima kasih,

    • Wa’alaikum salam warahmatullah, Pak Fahmi.

      Alangkah lebih baiknya jika keluarga mencarikan solusi baginya. Berupaya menyembuhkannya. Misalnya dengan (1) konsultasi ke ulama sebagai upaya spiritual agar kembali damai berangkat dari kesadaran iman (2) ke psikolog sebagai upaya penyembuhan/terapi. Jika diperlukan, bisa ke psikiater sebagai upaya penyembuhan medis.

    • Wa’alaikum salam warahmatullah.
      Boleh, Bu Chandra. Bahkan Rasulullah menganjurkan untuk banyak berdoa ketika sujud.

      أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

      “Posisi paling dekat antara hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah berdoa.” (HR. Muslim)

      Saat sholat sunnah, termasuk sholat hajat, memperbanyak doa dalam sujud menjadi terbuka lebar. Bahkan banyak ulama memperbolehkan doa apa saja asalkan baik.

      Wallahu a’lam bish shawab.

      • menyambung jawaban diatas, doa apa yg bisa dipanjatkan pada saat sujud dalam sholat? apakah doa permohonan hajat kita? makasih atas jawabannya ustadz.

  6. MasyaAllah..terimakasih untuk artikelnya pak ustadz, mohon info kontak selain fb / twitter, bisa wa kah utk konsultasi atau boleh tahu alamat praktek uatadz, wassamu’alaikum

  7. Assalamu alaikum ustad ,semoga kita selalu diberi rahmat n hidayah dari allah ..
    Saya mau bertanya akan perihal sholat hajat , .
    Dalam pelaksanaan nya apakah sholat hajat dibaca dengan keras atau cukup di dalam hati ?
    Terima kasih ustad n mohon penjelasannya .
    Wassalamualaikum

    • Wa’alaikum salam warahmatullah, Pak Abdurrahman.
      Sholat hajat dan sholat sunnah lainnya di malam hari boleh dibaca jahr (keras) ataupun sir (lirih). Boleh dipilih salah satunya yang lebih mudah khusyu’, asal tidak mengganggu orang lain. Rasulullah kadang jahr kadang sir.

      Adapun sholat sunnah di siang hari, yang lebih baik adalah sir, tidak mengeraskan bacaan.
      Wallahu a’lam bish shawab.

  8. Assalamualaikum pak ustadz, saya mohon oencerahan. Boleh gak pada saat setelah dzikir kita memanjatkan doa/permohonan kita pada Allah SWT dengan cara bersujud?

    • Wa’alaikum salam warahmatullah, Pak Budi.
      Boleh karena sudah berada di luar sholat. Namun jika berada di masjid, hendaknya memperhatikan situasinya agar tidak mengganggu orang lain. Wallahu a’lam bish shawab.

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Bu Fitrah.
      Hendaknya kita hindari agar tidak mencampurkan mengingat Allah (dzikrullah) dengan berbicara masalah duniawi. Wallahu a’lam bish shawab.

  9. Assalamu alaikum wr. wb.
    Pak maaf saya mau nanya.. saya pernah lihat postingan org mengenai solat hajat dilakukan 12 rakaat apakah benar?
    Trims ..

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Pak Aditya.
      Sholat hajat minimal dua rakaat. Adapun orang yang ingin menambah jumlah rakaatnya, sebagaimana sholat malam, sebagian ulama membolehkannya. Wallahu a’lam bish shawab.

  10. Asalamualaikum pak ustad.
    Saya mau bertanya pak usatad.
    saya berniat solat hajat,ada do’a untuk memikat hati pria,kemudia saya membaca doa’a itu setelah solat hajat. Itu berdosa atau tidak pak ustad.

  11. Saya datang ke slh satu ustadzah mhon d ajari sholat hajat n beliau menuliskan niat spt ini”usholli likodoil hajati rok’ataini dst
    Stlh itu bca doa iftitatah,alfatikhah,rokaat ptama bca surat alkafiruun 11x,rokaat kedua surat al’iklas 11x tp stlh akhiyat akhir kita sujut syukur n mmbaca subhaanallah,walhamdulillah dst sbnyak 15x,sholawat nabi 15x n yg terakhir robbanaa atina fiddun yaa khasanah dst 15x llu mnyebutkan hjat yg d inginkan bru salam,stlh itu sholat witir 1 rokaat gmn itu mksutnya….sy mnjalankannya tp blm fham mksutnya
    Mohon pencerahnya

  12. Terima kasih untuk artiikel ini semoga bisa menambah pengetahuan ttng sholat sunnah & smoga kita d berikan kemudhan dlm segala hal…Aamin Ya Robbal Alaamin..

  13. assalamualaikum pak ustad, mau bertanya apakah boleh kita melaksanakan sholat hajat lebih dari sekali dalam satu hari ,misalnya siang kita melaksanakan sholat hajat lalu malam juga kita melaksanakan sholat lagi

  14. Asalamualakum ustadz…sy biasa mengerjakan sholat witir seaudah sholat isya…yg mau sy tanyakan adalah bila kita sholat hajat..apakah sesudah sholat isya kita mengerjakan sholat witir dulu baru sesudahnya kita sholat hajat apa sebaliknya…mks bnyk ustadz

  15. Assalamualikum Pa Ustadz,
    Setelah solat tahajud lanjut sholat hajat dan dzikir nya di lakukan di akhir setelah sholat hajat ?bolehkah ustadz

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here